Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Telkom dan Indosat 'Gencatan Senjata'

Telkom dan Indosat 'Gencatan Senjata'


- detikInet

Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan PT Indosat akhirnya sepakat menerapkan kode akses sambungan jarak jauh (SLJJ) dan Sambungan Langsung Internasional (SLI) bagi kedua pelanggan telepon tetap kedua operator tersebut dengan menandatangani penandatanganan kerjasama (PKS). Hal itu dilakukan demi mempercepat tingkat teledensitas telekomunikasi yang saat ini berkisar 4 persen.Kedua petinggi perusahaan itu berharap PKS itu dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kedua belah pihak pelanggan masing-masing operator dan industri telekomunikasi nasional."Akhirnya kita bisa akhiri polemik dan kontroversi kode akses. Kerjasama ini jadi test case untuk lima tahun ke depan," ujar Arwin Rasyid, Dirut PT Telekomunikasi Indonesia, seusai penandatanganan kerjasama (PKS) antara Telkom dan Indosat di kantor Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) Jakarta, Jumat (23/9/2005). PKS ini ditempuh sebelum implementasi penuh kode akses 01X pada 1 April 2005.Sebelumnya dalam Peraturan Menteri (Permen) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) nomor 6 tahun 2005, kode akses SLJJ bagi Telkom dengan awalan prefix 017. Sedangkan bagi Indosat, dengan awalan prefix 011.Namun Telkom menganggap keputusan Permen itu tidak memberikan manfaat bagi pengguna telekomunikasi karena butuh biaya besar untuk sosialisasi. Arwin juga menganggap Telkom harus mengeluarkan tambahan biaya untuk merubah perangkat infrastrukturnya."Dapat dibayangkan apabila pemerintah tetap ingin menerapkan kode akses itu, kita harus mengeluarkan biaya ekstra lebih dari Rp 3 triliun. Jadi tidak ada manfaat ekonominya," ujar Arwin. "Sedangkan kita lebih baik fokus pada kepastian layanan dengan meng-upgrade network," jelas Arwin.Arwin juga berjanji akan berusaha mengeliminir resistensi yang sebelumnya pernah terjadi seperti anggapan operator lain tentang adanya pemblokiran saat melakukan panggilan antar operator.Sementara itu Dirut Indosat Hasnul Suhaemi menyambut baik kerjasama ini karena memungkinkan bagi Indosat untuk memperbanyak satuan sambungan telepon (SST) serta memperluas layanan SLJJ hingga ke 15 kota. Sebelumnya layanan SLJJ Indosat hanya bisa mencakup ke lima kota saja."Sebelumnya perjanjian ini tertunda secara teknis dan administratif. Namun karena ada duopoli ini, kita bisa perbanyak pelanggan kita dengan menambah SST," ujar Hasnul.Kerjasama ini juga meliputi interkoneksi sambungan langsung internasional (SLI) yang memungkinkan pelanggan Indosat menggunakan SLI 007 milik Telkom, disamping SLI 001 dan 008.Masih ditempat yang sama, Sekjen Kominfo Aswin Sasongko, yang mewakili Menkominfo Sofyan Djalil yang berhalangan hadir karena masih mengikuti rapat kabinet, menegaskan, Permen nomor 6 masih tetap berlaku."Sementara PKS ini bisa menjadi interm solution untuk mengakomodir kemajuan di bidang industri-industri telekomunikasi ini dalam regulasi-regulasi selanjutnya," papar Aswin.Menurutnya, PKS ini lahir atas dasar business to business (B2B) kedua pihak. Namun jika ada resistensi dalam pengimplementasiannya, Ditjen Postel akan memberikan sanksi. Hal itu, lanjutnya, agar hak dan kewajiban kedua operator itu dapat terpenuhi. "Pemerintah tetap ikut mengawasi dan mengecek setiap tindakan yang melanggar kesepakatan sehingga kompetisi jadi lebih fair," tambahnya. (rou/)





Hide Ads