Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Suwito Sowandi, Lexmark Indonesia:
'Program Prebate versus Isi Ulang Tinta'
Suwito Sowandi, Lexmark Indonesia:

'Program Prebate versus Isi Ulang Tinta'


- detikInet

Jakarta - Strategi yang dilakukan oleh Lexmark, produsen printer dan tinta printer dari Amerika ini ternyata menarik untuk disimak. Dengan program 'prebate'-nya, Lexmark memiliki niatan untuk memberikan manfaat lebih bagi konsumen dan lingkungan.Demikian seperti dijelaskan oleh Suwito Sowandi, Country Manager Lexmark Indonesia, kepada detikinet, Kamis (15/9/2005). Pernyataan ini sekaligus memberikan klarifikasi terkait dengan berita sebelumnya yang berjudul 'Isi Ulang Tinta Gak Legal'. "Konsumen di Indonesia tidak usah kuatir untuk membeli dan menggunakan produk Lexmark, sebab cartridge 'Single Use Only' tersebut berlakunya hanya di Amerika bukan di Indonesia, dan hanya berlaku untuk cartridge printer laser saja dan bukan cartridge Ink Jet Printer," tegas Suwito.Tetapi memang program 'prebate' yang diusung oleh Lexmark ini merupakan suatu terobosan bisnis yang menarik. "Buktinya, pengadilan di Amerika Serikat telah memenangkan pihak Lexmark International terhadap tuntutan pihak Arizona Cartridge Remanufacturers Association pada Agustus 2005 lalu," tegasnya."Ini suatu bukti bahwa pengadilan di sana mengakui bahwa program 'prebate' Lexmark tidaklah membahayakan atau merusak bisnis Cartridge Remanufactures, tetapi justru melahirkan kompetisi yang sehat," ujar Suwito meyakinkan."Dengan program 'prebate', maka konsumen akan mendapatkan diskon yang menarik untuk setiap pembelian tinta printer laser Lexmark baru jika mereka mengembalikan cartridge yang telah kosong kepada Lexmark," demikian papar Suwito. Tetapi memang sayangnya, program tersebut sementara ini belum dijalankan di Indonesia. "Program yang pro-konsumen dan pro-lingkungan ini baru ada di Amerika, di negara asalnya Lexmark," tambahnya.Menurut Suwito, dengan adanya program 'prebate' ini, konsumen akan diuntungkan lantaran akan bisa membeli tinta Lexmark dengan harga yang lebih murah. "Tetapi memang, konsumen perlu juga paham bahwa dengan mendapatkan produk dengan harga khusus tersebut, Lexmark meminta agar cartridge kosong tersebut dikembalikan kepada pihak Lexmark untuk didaur-ulang," tegas Suwito.Itulah mengapa pada kemasan tinta khusus program 'prebate' ini, Lexmark menuliskan secara jelas 'Single Use Only'. Artinya, tinta tersebut hanya untuk sekali pakai dan tidak boleh untuk diisi ulang ataupun didaur-ulang oleh pihak lain, selain Lexmark. "Dengan demikian, konsumen juga akan terbiasa untuk membantu proses daur-ulang cartridge Lexmark, sehingga sedikit-banyak akan dapat membantu mengurangi limbah dan mewujudkan lingkungan hidup yang sehat," papar Suwito."Win-win lah. Lexmark akan diuntungkan lantaran adanya proses daur-ulang yang dibantu oleh konsumen, sedangkan konsumen akan dapat keuntungan juga karena mendapatkan diskon harga," ujarnya.Lalu kapan sekiranya program 'prebate' ini akan diluncurkan di Indonesia? "Hingga saat ini pihak Lexmark belum memiliki rencana untuk menerapkan program ini di Indonesia," ujarnya. Lho mengapa? "Ya karena mengingat kondisi pasar yang belum siap mendukung program (seperti 'Singe Use Only) tersebut," tandasnya. (dbu/)







Hide Ads