Telkomsel Minta Regulasi Jelas Soal Prabayar
- detikInet
Jakarta -
Telkomsel mengharapkan ada regulasi dan petunjuk pelaksaan yang jelas mengenai registrasi kartu prabayar. Sementara belum ada regulasi yang jelas Telkomsel akan menyiasati dengan iming-iming dan promosi. Hal itu diungkapkan Ahmad Yunus, General Manager Product Management Telkomsel, di acara Launching Program Kejutan Berulang Kartu AS, di Planet Hollywood, Rabu (31/8/2005). "Kita sudah menerima surat itu, tetapi kapan akan diberlakukannya belum jelas," tutur Ahmad. Menurut Ahmad, pemberlakuan itu tidak bisa diterapkan begitu saja. Saat ini pihaknya masih melakukan diskusi intensif dengan pihak regulator. Lagipula, ujar Ahmad, butuh waktu untuk adaptasi ke regulasi yang baru. "Harus ada regulasi yang jelas dan juklak-nya (petunjuk pelaksanaan-red), agar mudah pengoperasiannya bagi operator," ia menambahkan. Telkomsel mengantisipasi peraturan baru tersebut dengan terus menjalankan loyalty program seperti Simpati Zone. Selain itu, setiap produk akan diberi selling point untuk mengiming-imingi loyalitas pelanggan. Contohnya program bonus pulsa lima persen untuk pengguna Kartu AS yang mengisiulang hingga lima kali. Program bernama Kejutan Berulang Kartu AS itu juga menawarkan bonus pulsa cuma-cuma bagi pelanggan tertentu yang dipilih secara acak. Telkomsel mengklaim Kartu AS memiliki 7,3 juta pengguna dari total pengguna prabayar Telkomsel yang mencapai 21 juta. Sebelumnya, pada kesempatan yang berbeda, Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriawihardja mengatakan Telkomsel sedang mengevaluasi program prabayarnya. Dari evaluasi tersebut Telkomsel telah memikirkan efek jangka panjang keuntungan registrasi prabayar, termasuk security dan identifikasi pelanggan. Inisiatif registrasi prabayar Telkomsel selama ini adalah Simpati Zone bagi pelanggan Simpati dan Geng Asik untuk Kartu As. Untuk Simpati Zone, menurut Kiskenda, sudah ada sembilan persen dari total pelanggan Simpati yang terdaftar di situ. Kekhawatiran penurunan jumlah pengguna akibat registrasi juga sedang diantisipasi Telkomsel. "Saat ini ada fenomena orang sekali pakai hangus, sekali pakai buang," ujar Ahmad.
(wsh/)