Pencuri Perkakas Game Online, Ditangkap
- detikInet
Jakarta -
Polisi Jepang telah menahan pelajar China atas penggunaan software bot jaringan untuk mencuri perkakas game online.Lewat software bot, para pemain Lineage II diserang dan perkakas virtual mereka dicuri, untuk kemudian dijual pada suatu situs lelang. Perkakas yang dicuri tentu saja sangan penting nilainya untuk melangsungkan permainan, seperti anting-anting kebijaksanaan (Earring of Wisdom) atau tameng mimpi buruk (Shield of Nightmare). Semua hasil curian lalu ditawarkan ke situs lelang Jepang. Aksi pencurian dilancarkan oleh karakter yang diperintahkan dengan software bot. Hal ini menjadikannya sulit dideteksi.Pelaku adalah siswa asal Cina yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar di Jepang. Dia ditangkap oleh polisi di Kagawa, Jepang bagian selatan, NewScientist.com melansir hal tersebut seperti dikutip detikinet, Senin (22/8/2005).Di Jepang, seperti halnya di Indonesia, tidak ada undang-undang yang khusus mengatur perdagangan dalam barang virtual.Penggunaan bot merupakan masalah yang biasa dalam game online, dan para pembuat game telah melakukan pengawasan agar hal tersebut tidak merecoki game buatan mereka.Bot ikut bergabung permainan online, dan bertingkah seperti cara manusia. Jadi tidak mudah untuk membedakan mana game yang dimainkan oleh manusia dan mana yang dimotori bot.Malahan, teknik yang kompleks yang disebut 'bot traps' harus digunakan untuk mengelabui bot agar mau menampakkan diri.Contohnya pada game 'first person shooter (FPS)', pemain yang terlihat bergerak lebih cepat atau dengan tepat mengenai sasaran akan dicurigai.Menanyakan sebuah pertanyaan langsung atau menempatkan pemain pada situasi yang tidak biasa dalam game, merupakan teknik yang biasa dipakai administrator untuk mengidentifikasi adanya bot.Tapi yang selama ini terjadi, setiap kali ada kemajuan dalam teknik mendeteksi bot, maka bot itu sendiri jadi makin kompleks dan makin sulit dikenali.
(nks/)