Gara-gara Gambar Reaktor Nuklir
Google Ditegur Pemerintah Australia
- detikInet
Jakarta -
Pemimpin Agen Tenaga Nuklir Australia memanggil pemilik program satelit internet. Mereka diminta menyensor gambar reaktor nuklir satu-satunya negara itu.Direktur eksekutif Nuclear Science and Technology Organisation, Ian Smith mengatakan, dirinya meminta situs mesin cari Google untuk menarik gambar reaktor Lucas Heights dari program Google Earth.Program online yang menggabungkan gambar satelit, fotografi aerial atau foto yang diambil dari udara, dan peta ini memungkinkan pengguna untuk melihat tampilan pada semua bangunan di dunia dengan teknik pembesaran.Google Earth sudah melakukan penyensoran White House dengan menambahkan blok berwarna disekitar atap. Namun, Google belum melakukannya pada gambar reaktorLucas Heights, markas mata-mata agen rahasia Amerika yang berpusat di Pine Gap, diluar Alice Springs, dan Parliament House di Canberra.Gambar yang diperoleh dari satelit jelas-jelas menunjukan fasilitas Lucas Heights, yang luasnya sekitar 70 hektar dan berjarak 40 kilometer sebelah tenggara Sidney CBD. Mulai dari bangunan hingga tempat parkir mobil."Kami akan meminta Google untuk tidak menampilkannya. Dengan menampilkannya di internet, membuat tempat ini jadi terlihat lebih mudah untuk diketahui. Kami tidak inginkan itu," ujar Dr Smith, seperti dilansir News.com yang dikutip detikinet Selasa (9/8/2005).Dr Smith mengatakan fasilitas Lucas Heights dapat terlihat jelas dari jalanan atau dari penerbangan komersial yang terbang diatas tempat tersebut. Dan mencatat bahwa gambar Google telah ketinggalan sekitar 2 tahun.Meskipun sudah dilakukan konstruksi dari reaktor baru dan upgrade keamanan sebanyak US $36 juta (Rp 351,8 miliar) sejak lima tahun lalu, Dr. Smith mengakui bahwa jika orang lain mau, mereka dapat masuk ke lokasi itu kapan saja."Kami tidak perlu penjaga atau hardware untuk menghentikan seseorang yang ingin memasuki tempat tersebut jika mereka menginginkannya," tandasnya lagi."Gambar tersebut sudah berumur 6 hingga 18 bulan. Dan tidak cukup detil untuk dilihat. Sama saja seperti orang yang lewat di daerah itu dengan mobil atau terbang diatasnya," juru bicara Google melakukan pembelaan.Sementara itu, DigitalGlobe, perusahaan Amerika yang menjual foto Lucas Heights kepada Google mengatakan, tidak menyensor gambar tersebut. "Meskipun kami sangat sensitif terhadap hal ini, kami sebetulnya tidak memerlukan izin untuk mengambil gambar daerah manapun di seluruh dunia," juru bicara Digital Globe, Chuck Herring menjelaskan.Hukum Amerika memang melarang perusahaannya untuk menjual gambar kepada individu, organisasi atau negara, termasuk Iran dan Cuba. "Ketika kami menjualnya kepada Google, selanjutnya jadi hak mereka tentang bagaimana mereka akan menyebarkannya lewat internet," katanya.Kini Agen Keamanan Pemerintah Australia mulai terjaga dan sadar akan adanya situs-situs seperti itu beserta informasi yang terkandung di dalamnya. Dan sudah memasukkan hal ini ke dalam daftar ancaman yang harus segera ditelaah.
(ien/)