'Direktorat USO Harus Potong Birokrasi'
- detikInet
Jakarta -
Meski baru jadi pertimbangan, rencana Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Ditjen Postel)membentuk lembaga penanganan Universal Service Obligation (USO) setingkat Direktorat ditanggapi kritis. Jika memang dilakukan, hal itu dipandang harus mampu memotong birokrasi bukan menambahnya. Tanggapan itu disampaikan Heru Nugroho, Wakil Ketua Bidang Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika Partai Demokrat. "Untuk apa menambah birokrasi lagi?" ujarnya kepada detikinet, Jumat (29/7/2005). Oleh karena itu Heru dengan tegas menyatakan keberatannya jika 'Direktorat USO' itu nanti akan memperpanjang birokrasi. "Kecuali untuk memperpendek birokrasi, nah itu tidak apa-apa," lanjutnya. Rencana itu Ditjen Postel disampaikan Gatot S. Dewa Broto, Kepala Bagian Umum dan Humas, Ditjen Postel, Depkominfo, Selasa (26/7/2005). "Sejauh ini kewenangannya dilakukan oleh unit kerja setingkat Sub Direktorat di Direktorat Telekomunikasi Ditjen Postel," kata Gatot. "Namun untuk masa mendatang, tidak tertutup kemungkinan unit kerja tersebut ditingkatkan agar dapat merespon tingkat pencapaian target," imbuhnya ketika itu.Dirjen Postel, Basuki Yusuf Iskandar, juga mengatakan hal itu masih belum menjadi ketetapan. Dalam kesempatan di Yogyakarta, Kamis (28/7/2005), Basuki menegaskan bahwa hal itu masih akan dibicarakan lebih lanjut dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Segera Bangun USOHeru Nugroho juga menekankan perlunya USO untuk segera diimplementasikan. Apalagi, ujarnya, peraturan pemerintah terbaru mengenai USO telah terbit. USO terbaru mewajibkan operator telekomunikasi untuk menyisihkan 0,75 persen pendapatan per kwartal. Dana itu nantinya akan digunakan untuk membangun fasilitas telekomunikasi dan informasi di daerah-daerah terpencil. Menurut Heru, infrastruktur telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat. "USO itu sekarang harapan satu-satunya untuk mempersempit kesenjangan digital," tukasnya yakin. Heru pun menyetujui keinginan pemerintah untuk menyertakan pula pembangunan akses Internet sebagai bagian dari USO. "Ini salah satu harapan kita untuk meningkatkan accesibility kepada masyarakat," ia menambahkan.
(wsh/)