BERITA TERBARU
Sabtu, 09 Jun 2018 03:40 WIB

Duit Driver Ojol Digondol Rp 1 Miliar, Ini Penjelasan Grab

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Muhammad Damar Wicaksono Foto: Muhammad Damar Wicaksono
Jakarta - Tertangkapnya lima orang komplotan penggondol uang Rp 1 miliar yang membajak akun driver ojek dan taksi online membuat Grab ikut angkat bicara.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Grab, mereka mengakui bahwa kelima orang yang ditangkap polisi tersebut sempat bekerja di perusahaannya.



Berikut pernyataan lengkapnya, seperti disampaikan oleh juru bicara Grab kepada detikINET, Sabtu (9/6/2018):

"Grab mengidentifikasi sejak awal bahwa telah terjadi sejumlah pelanggaran terkait 3.077 transaksi mencurigakan.

Menyusul hasil investigasi yang dilakukan, Grab menemukan bahwa terdapat 5 agen pelayanan konsumen yang menjadi pelaku pencurian dana sebesar Rp 1 miliar, dimana Grab segera melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 5 agen tersebut.

Seluruh dana yang dicuri telah dikembalikan kepada mitra pengemudi yang menjadi korban tindak kejahatan tersebut.

Pada tanggal 19 Maret 2018, Grab telah melaporkan seluruh informasi terkait tindak kejahatan ini kepada polisi dan berterima kasih bahwa polisi segera mengambil tindakan dengan menangkap para pelaku.

Integritas dan kepercayaan merupakan nilai yang kami junjung tinggi di Grab dan kami sangat kecewa bahwa 5 anggota tim pelayanan konsumen mengambil keuntungan dari tanggung jawab mereka.

Agen-agen pelayanan konsumen yang melayani baik mitra pengemudi maupun penumpang memiliki akses yang sangat terbatas terhadap data mitra pengemudi, dimana kami telah mengambil tindakan lebih lanjut guna membatasi akses yang mereka miliki dan memastikan hal ini tidak akan terulang kembali."



Pernyataan ini dirilis Grab setelah polisi menangkap TM beserta 4 pelaku yang berkomplot membajak akun driver ojek online dan taksi online. TM, yang bekerja sebagai call center penyedia jasa transportasi online, mengubah nomor rekening mitra driver ke rekeningnya.

"(TM) pernah menjadi admin call center. Admin punya kewenangan untuk melihat akun e-mail dan data pribadi, termasuk nomor rekening sopir yang terdaftar," ucap Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Setelah itu, TM keluar dan bekerja sama dengan 3 admin call center. TM menyewa akun admin call center milik mereka. Kemudian salah seorang pelaku, GRW, membuat akun rekening untuk menampung.

"Akun admin call center tersebut disewa dengan harga sekitar Rp 2 juta sampai Rp 4 juta per hari," ucap Ade.

Dengan leluasa, TM membajak akun milik pengendara transportasi online dengan memindahkan uang intensif kepada beberapa rekannya. Sejak beroperasi pada 2017, TM telah meraup untung sekitar Rp 1 miliar.

"Dia hanya butuh waktu sekitar 2 sampai 3 menit untuk beraksi. Akun uang diretas kurang-lebih 3.000 akun dan untung sebanyak Rp 1 miliar," kata Ade.

Agar tidak terlacak, TM mengembalikan nomor rekening sopir seperti semula setelah memindahkan uang. Hal inilah yang membuat perusahaan tidak curiga. Selain TM dan GRW, 3 pelaku lainnya adalah YP, YD, dan RH. Barang bukti yang disita ialah beberapa ponsel dan kartu ATM.

"Manajemen sadar akhir Mei 2018. Tidak sampai tiga hari, kita ungkap dan amankan kelima orang tersangka," kata Ady.

Sementara dari sisi Grab, mereka menginformasikan laporan ke pihak kepolisian telah dilakukan di tanggal 19 Maret 2018. (rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed