Sabtu, 02 Jun 2018 14:05 WIB

Hakim Batalkan Gugatan Kaspersky ke Pemerintah AS

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: internet Foto: internet
Jakarta - Hakim negara bagian Amerika Serikat membatalkan dua gugatan yang dilayangkan oleh Kaspersky. Gugatan ini dilayangkan Kaspersky untuk melawan keputusan pemerintah Amerika Serikat yang melarang penggunaan software milik mereka di jaringan milik pemerintah.

Hakim Colleen Kollar-Kotelly mengatakan bahwa keputusan ini dapat dibenarkan karena bertujuan untuk mengurangi risiko cybersecurity. "Tindakan defensif ini mungkin akan memiliki konsekuensi yang merugikan pihak ketiga. Namun, bukan berarti tindakan itu tidak konstitusional," kata Kollar-Kotelly dalam keputusannya, seperti dikutip detikINET dari The Wall Street Journal, Sabtu (2/6/2018).

Kedua gugatan yang dilayangkan Kasperksy bertujuan untuk menggugat keputusan yang ditetapkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri tahun lalu yang memerintahkan agensi federal untuk tidak lagi menggunakan produk Kaspersky di jaringan federal.



Perintah ini didasari kekhawatiran digunakannya Kaspersky sebagai perantara untuk spionase oleh pemerintah Rusia.

Selain itu, Kaspersky juga menggugat Kongres yang menetapkan pelarangan tersebut dalam hukum tertulis.

Pendiri Kaspersky, Eugene Kaspersky, menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan ini. "Kaspersky Lab menyatakan bahwa tindakan ini adalah hasil dari agensi dan proses legislatif yang tidak konstitusional dan secara tidak adil menarget kami tanpa fakta yang berarti," kata juru bicara Kaspersky.

Kaspersky sendiri telah berkali-kali menegaskan bahwa pemerintah Rusia tidak menggunakan software milik mereka untuk melakukan spionase.

Selain Amerika Serikat, National Cyber Security Centre, organisasi yang membantu perusahaan di kawasan Britania Raya mengenai keamanan siber, juga sudah memberi peringatan agar tidak menggunakan software anti virus buatan Kaspersky. Pada awal bulan ini, Belanda juga secara perlahan mulai berhenti menggunakan produk Kaspersky di jaringan pemerintahan.

(afr/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • YouTube Pulih, Netizen Gembira

    YouTube Pulih, Netizen Gembira

    Rabu, 17 Okt 2018 10:25 WIB
    Setelah sempat tumbang sekitar 45 menit, YouTube saat ini sudah pulih dan bisa diakses. Tumbangnya YouTube terjadi di versi website dan aplikasi mobile.
  • Layanan Down, Ini Kata YouTube

    Layanan Down, Ini Kata YouTube

    Rabu, 17 Okt 2018 09:39 WIB
    Layanan YouTube down pada Rabu (17/10/2018) pagi WIB ini. Berikut penjelasan pihak YouTube mengenai masalah tersebut.
  • iPhone XR Sudah Kantongi Restu Kominfo

    iPhone XR Sudah Kantongi Restu Kominfo

    Rabu, 17 Okt 2018 09:20 WIB
    Pada Jumat (19/10/2018), iPhone XR mulai dibuka pemesanan awalnya. Meski keran pre-order belum sampai di Indonesia, ponsel ini sudah mengantongi restu Kominfo.
  • YouTube Down di Sejumlah Negara

    YouTube Down di Sejumlah Negara

    Rabu, 17 Okt 2018 09:10 WIB
    Situs berbagi video terbesar di dunia, YouTube, dipastikan tumbang alias tidak dapat diakses. Kejadian ini menimpa pengguna di berbagai negara.
  • YouTube Dilaporkan Tumbang

    YouTube Dilaporkan Tumbang

    Rabu, 17 Okt 2018 09:00 WIB
    Pengguna akan melihat pesan error saat mencoba melakukan beragam fungsi di YouTube. Termasuk login, upload atau memutar konten.
  • Twitter Bisa Lacak Akun Penyebar Kebencian

    Twitter Bisa Lacak Akun Penyebar Kebencian

    Rabu, 17 Okt 2018 08:42 WIB
    Twitter cukup kewalahan dalam mengatasi konten yang berisikan tentang ujaran kebencian. Menghadapi isu tersebut, mereka tengah merancang jurus jitunya.
  • WhatsApp Perpanjang Waktu Hapus Pesan

    WhatsApp Perpanjang Waktu Hapus Pesan

    Rabu, 17 Okt 2018 07:59 WIB
    WhatsApp memperbarui fitur 'Delete for Everyone'. Update yang diberikan terkait batasan waktu pengguna bisa menghapus pesan yang terlanjur terkirim.