BERITA TERBARU
Rabu, 11 Apr 2018 06:45 WIB

Jutaan Data Facebook Bocor, Zuckerberg 'Disidang' Parlemen AS

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Mark Zuckerberg datang ke parlemen AS. Foto: Reuters Mark Zuckerberg datang ke parlemen AS. Foto: Reuters
FOKUS BERITA Facebook Dipanggil DPR
Washington DC - Bocornya data 87 juta pelanggan Facebook membuat Mark Zuckerberg, sang pendiri sekaligus CEO jejaring sosial raksasa itu, harus menghadapi cecaran pertanyaan para senator di parlemen Amerika Serikat selama berjam-jam.

Zuckerberg sendiri akhirnya datang ke Capitol Hill di Washington DC untuk memenuhi panggilan kongres terkait skandal penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica.

Sejak tiba beberapa jam lalu, Zuckerberg pun langsung diberondong pertanyaan oleh para senator yang hadir dalam suasana yang mirip dengan rapat dengar pendapat di DPR-RI.

Hampir seluruh senator mencecar tentang masalah keamanan data Facebook. Menurut mereka, dari 87 juta data yang bocor, 70 juta di antaranya merupakan netizen asal Amerika Serikat.

Angka itu jelas tak main-main besarnya. Pasalnya, angka tersebut merupakan seperempat penduduk AS yang sudah memiliki hak pilih. Dan tentunya, dengan Cambridge yang berasosiasi politik, kasus ini dikhawatirkan bisa berimbas luas.

Hingga berita ini diturunkan, Rabu (11/4/2018), Zuckerberg sendiri seperti disaksikan detikINET lewat live streaming, masih terus melayani pertanyaan sengit dari segala penjuru ruang kongres dengan raut muka para senator yang terlihat tegang.



Zuckerberg sendiri terlihat menyesal dan mengakui kesalahannya tidak langsung menginformasikan pengguna atas kasus ini. Namun ia berulang kali coba meyakinkan para anggota parlemen bahwa data pelanggan aman, dan tidak dijual oleh Facebook.

Pemuda terkaya di dunia ini pun cuma bisa tersenyum kecut saat disindir soal gayanya dan pengaruhnya. Soal kampanye #deleteFacebook pun juga ikut disinggung, dan lagi-lagi cuma bisa bikin Zuckerberg mengangguk lemah.

"Apakah Anda merasa sudah jadi orang yang sangat berkuasa sekarang? Apakah Facebook sudah jadi superpower dan monopoli? Tapi rasanya Anda tak sepowerful itu, buktinya Facebook tidak bisa menaklukkan China," ketus salah satu senator.

Panas Sebelum Sidang

Tensi tinggi memang sudah terasa sejak sebelum 'sidang' dimulai. Ketua Komite Senat urusan Niaga, Sains, dan Transportasi John Thune membuat sebuah pernyataan bernada pedas terhadap Zuckerberg sebelum tokoh dunia internet itu bersuara di depan Kongres.

Dalam pernyataannya seperti dilansir CNN, Thune juga menyinggung peluang akan diberlakukannya peraturan baru yang bakal mengatur perusahaan teknologi seperti Facebook.

"Di masa lalu, banyak kolega saya baik di kedua sisi [Republik maupun Demokrat] telah bersedia menghormati upaya perusahaan teknologi untuk mengatur diri mereka sendiri. Tapi ini mungkin berubah," katanya.

"Tuan Zuckerberg, dengan banyak cara Anda dan perusahaan yang Anda ciptakan mewakili Mimpi Amerika. Banyak orang amat terinspirasi oleh apa yang telah Anda ciptakan," kata Thune.



"Di waktu yang bersamaan, Anda memiliki kewajiban untuk memasikan bahwa mimpi itu tidak akan menjadi mimpi buruk privasi bagi sejumlah pengguna Facebook," lanjutnya.

Tekanan Zuckerberg bakal dicecar habis oleh parlemen AS juga ditambah oleh situasi di luar Capitol Hill. Kelompok protes daring Avaaz menyusun sekitar 100 sosok mirip Zuckerberg yang memakai kaus bertuliskan 'Perbaiki Facebook'.

Zuckerberg yang telah mendirikan Facebook sejak 2004 ketika masih berkuliah di Harvard University kini tengah berjuang membuktikan bahwa dia adalah orang yang tepat untuk terus memimpin perusahaan teknologi tersebut.

Sejak skandal penyalahgunaan data Facebook terkuak, beragam kritik menghujani Zuckerberg. Krisis kepercayaan pun berkembang di antara pengguna, pengiklan, karyawan, dan investor terhadap ia dan Facebook.



Skandal terkuak sejak data 87 juta pengguna Facebook yang sebagian besar berada di Amerika Serikat, termasuk di Indonesia, telah bocor dan disalahgunakan oleh konsultan politik Donald Trump ketika pemilihan Presiden 2016, Cambridge Analytica.

Kembali Minta Maaf

Zuckerberg pun kembali mengakui kesalahannya di hadapan parlemen AS dan berjanji akan bertanggung jawab atas kondisi yang menerpa perusahaan rintisannya itu.

"Jelas kini bahwa kami tidak melakukan upaya yang cukup untuk mencegah alat ini digunakan untuk hal yang berbahaya," katanya. "Kami tidak memiliki pandangan cukup luas atas tanggung jawab kami dan itu adalah sebuah kesalahan," lanjut Zuck.

"Itu adalah kesalahan saya, dan saya minta maaf. Saya yang memulai Facebook, saya menjalankannya, dan saya bertanggung jawab atas yang terjadi saat ini," masih kata Zuckerberg di hadapan 40 anggota senator yang hadir dalam rapat parlemen tersebut.

[Gambas:Video 20detik]


(rou/rou)
Mark Zuckerberg datang ke parlemen AS. Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
Foto: Reuters
FOKUS BERITA Facebook Dipanggil DPR

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jumat, 27 Apr 2018 10:18 WIB
    Hingga saat ini, cakupan jaringan data operator seluler ini telah melayani di kurang lebih 4.226 kecamatan yang berada di 406 kota/kabupaten di Tanah Air.
  • Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Jumat, 27 Apr 2018 09:30 WIB
    Samsung Electronic mengungkap pasar ponsel secara global melemah dan memperlambat pertumbuhan pemasukkannya. Kendati begitu mereka masih meraup keuntungan.
  • Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Jumat, 27 Apr 2018 09:04 WIB
    HMD Global kembali akan membangkitkan ponsel Nokia yang tenar di masanya. Vendor asal China itu dikabarkan bakal merilis ponsel N-Series dalam waktu dekat.
  • Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Jumat, 27 Apr 2018 07:23 WIB
    Bos Xiaomi Lei Jun berjanji kalau perusahaannya itu akan membatasi laba bersih alias untung setelah pajak untuk penjualan produknya sebesar 5%. Kenapa?
  • Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Jumat, 27 Apr 2018 06:45 WIB
    Nintendo mengumumkan nama baru yang akan menjadi presiden. Pergeseran jabatan ini diharapkan dapat mengalahkan rekor keuntungan yang ditorehkannya 9 tahun lalu.