BERITA TERBARU
Selasa, 10 Apr 2018 20:59 WIB

DPR Selidiki Kebocoran Data Pengguna Facebook Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
FOKUS BERITA Facebook Dipanggil DPR
Jakarta - Komisi I DPR RI menjadwalkan memanggil perwakilan Facebook Indonesia terkait skandal privasi pengguna yang menyeret para pengguna Indonesia. Pemanggilan tersebut berlangsung esok hari, Rabu (11/4/2018).

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya Widya Yudha mengatakan, agenda pertemuan dengan Facebook dimaksudkan untuk meminta klarifikasi kebocoran data yang dilakukan oleh Cambridge Analytica.

"Kita akan tanya apakah dia (Facebook) bisa me-recover atau kalau data satu juta dari Indonesia itu dimanfaatkan untuk apa? Kalau belum dimanfaatkan, itu sebetulnya belum ada kerugian, hanya bocor, baru masuk ke Cambridge Analytica," sebutnya di Gedung Nusantara 2 DPR RI, Jakarta, Selasa (10/4/2018).



Selain itu, Satya juga meminta penjelasan kepada Facebook, apakah Cambridge Analytica ini ada kaitannya atau tidak dengan lembaga survei di Indonesia.

"Kalau belum, kita minta dilindungi untuk yang satu juta itu, karena kita tidak punya pilihan lain. Beda kalau China yang punya pengganti Facebook, kalau berhenti bisa pindah ke yang lain. Makanya, kita ingin lihat misused atau tidak data yang ada di Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya, usai terkuak ada data Indonesia yang turut dicuri oleh firma riset politik Cambridge Analytica yang diungkap oleh Chief Technology Officer Facebook Mike Schroepfer, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memanggil perwakilan Facebook di Indonesia.

Hasil pertemuan pada pekan lalu itu, menghasilkan beberapa keputusan, di antaranya, Facebook harus mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia, berkoordinasi dengan polisi menyangkut penyalahgunaan data pribadi, melakukan shutdown aplikasi kuis serupa Cambridge Analytica, dan meminta masyarakat untuk 'puasa' aktivitas di media sosial.


Akibat kebocoran data pengguna Facebook di Indonesia, pemerintah yang semula hanya melakukan teguran secara lisan, menaikkan statusnya menjadi lebih serius dengan teguran secara tertulis.

"Teguran lisan sudah saya lakukan, teguran tertulis sekarang karena saya sudah komunikasi tapi ditegur lagi sekarang secara tertulis," ujar Menkominfo Rudiantara usai melakukan pertemuan dengan perwakilan Facebook Indonesia di Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (5/4). (rns/asj)
FOKUS BERITA Facebook Dipanggil DPR

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Fotostop: Biru Kuis

    Fotostop: Biru

    Jumat, 27 Apr 2018 10:41 WIB
    Warna biru memberikan kesan menenangkan, tenang dan juga damai. Warna biru pun bisa dijadikan objek foto yang menarik. Yuk ikutan kuis fotostop detikINET.
  • Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jaringan XL Diklaim Selimuti 93% Indonesia

    Jumat, 27 Apr 2018 10:18 WIB
    Hingga saat ini, cakupan jaringan data operator seluler ini telah melayani di kurang lebih 4.226 kecamatan yang berada di 406 kota/kabupaten di Tanah Air.
  • Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Pasar Ponsel Melemah, Samsung Tetap Untung

    Jumat, 27 Apr 2018 09:30 WIB
    Samsung Electronic mengungkap pasar ponsel secara global melemah dan memperlambat pertumbuhan pemasukkannya. Kendati begitu mereka masih meraup keuntungan.
  • Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Nokia N Series Siap Bangkit dari Kubur

    Jumat, 27 Apr 2018 09:04 WIB
    HMD Global kembali akan membangkitkan ponsel Nokia yang tenar di masanya. Vendor asal China itu dikabarkan bakal merilis ponsel N-Series dalam waktu dekat.
  • Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Janji Untung Cuma 5% ala Xiaomi

    Jumat, 27 Apr 2018 07:23 WIB
    Bos Xiaomi Lei Jun berjanji kalau perusahaannya itu akan membatasi laba bersih alias untung setelah pajak untuk penjualan produknya sebesar 5%. Kenapa?
  • Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Ganti Presiden, Nintendo Siap Pecahkan Rekor

    Jumat, 27 Apr 2018 06:45 WIB
    Nintendo mengumumkan nama baru yang akan menjadi presiden. Pergeseran jabatan ini diharapkan dapat mengalahkan rekor keuntungan yang ditorehkannya 9 tahun lalu.