Rabu, 07 Mar 2018 22:07 WIB

Isi Lengkap Usulan Hari Raya Nyepi Tanpa Internetan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agung Pambudhy/detikcom Foto: Agung Pambudhy/detikcom
FOKUS BERITA Nyepi Tanpa Internet
Jakarta - Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali menyerukan agar pada Hari Raya Suci Nyepi tahun ini tidak melakukan aktivitas di internet, di samping kegiatan lain yang sudah dilarang sebelumnya.

Seperti yang tertera pada poin keempat, operator seluler diminta untuk tidak menyediakan fasilitas internetan bagi pelanggan seluler. Hal itu demi menjaga kekhusyukan perayaan umat Hindu ini.

Operator seluler, dituliskan oleh Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali, agar mematikan layanan internet hari Sabtu, 17 Maret 2018 dari pukul 06.00 Wita s/d Minggu, 18 Maret 2018 pukul 06.00 Wita.

Terkait imbauan untuk tidak beraktivitas di internet, Philida Thea yang bermukim di Bali mengatakan tidak ada persoalan mengenai hal tersebut.

"Kalau saya pribadi meskipun sebagai pendatang, nggak masalah. Lagipula selama Nyepi memang nggak akan ada aktivitas. Anggap saja sekalian latihan puasa dari internet," ujarnya kepada detikINET, Rabu (7/3/2018).

Isi Lengkap Usulan Hari Raya Nyepi Tanpa InternetanIsi Lengkap Usulan Hari Raya Nyepi Tanpa Internetan. Foto: Dok. Kemenkominfo


Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara sudah mendengar usulan dari Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali. Meski demikian, ia belum mengambil keputusan untuk menginstruksikan agar operator seluler mematikan layanan internet di Bali.

"Barusan saya sudah komunikasi dengan mas Lukman, Menteri Agama. Kami akan berkonsultasi dengan Dirjen Bimas Hindu," ucapnya ketika ditemui di Gedung Kementerian Kominfo.

Berikut isi lengkap dari surat usulan untuk tidak internetan tersebut:


SERUAN BERSAMA
MAJELIS-MAJELIS AGAMA DAN KEAGAMAAN PROVINSI BALI
TAHUN 2018

Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor: 003.1/8044/PKAP/BKD tanggal 7 Desember 2017 tentang Hari Libur Nasional, Cuti Bersama dan Disepensasi Hari Raya Suci Hindu di Bali Tahun 2018, dan Keputusan Pesamuhan Madya Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali Nomor : 025/PHDI-Bali/II2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1940 maka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali beserta jajarannya mengadakan rapat bersama Pemerintah Provinsi Bali, Polda Bali, Koream 163/Wirasatya, MUDP Bali, FKUB Provinsi Bali, Majelis Agama Provinsi Bali dan instansi terkait, pada hari Kamis, 15 Pebruari 2018 bertempat di Hotel Grand Santhi Denpasar dengan pokok pembahasan tentang Pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1940 yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Maret, menetapkan seruan bersama sebagai berikut:

1. Bagi Umat Hindu dalam melaksanakan rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1940 meliputi: Melis, Pengerupukan, Sipeng (Catur Bratha Penyepian) dan Ngembak Gni dengan khusyuk sesuai dengan pedoman PHDI.
2. Bagi umat lainnya wajib menjaga dan menghormati kesucian Hari Raya Suci Nyepi.
3. Lembaga Penyiaran Radio dan Televisi tidak diperkenalkan untuk bersiaran selama pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi Sabtu, 17 Maret 2018 dari pukul 06.00 Wita s/d Minggu, 18 Maret 2018 pukul 06.00 Wita.
4. Provider penyedia jasa seluler diharapkan untuk mematikan data seluler (internet) dari hari Sabtu, 17 Maret 2018 dari pukul 06.00 Wita s/d Minggu, 18 Maret 2018 pukul 06.00 Wita.
5. Masyarakat tidak diperkenankan menyalakan petasan/merecon, pengeras suara, bunyi-bunyian, dan sejenisnya yang sifatnya mengganggu kesucian Hari Raya Suci Nyepi dan membahayakan ketertiban umum.
6. Tidak diperkenankan menyelenggarakan paket hiburan Hari Raya Suci Nyepi bagi hotel-hotel dan penyedia jasa hiburan lainnya yang ada di Bali.
7. Prajuru Desa Pakraman/Adat, Pecalang, dan Aparat Desa/Lurah, bertanggungjawab mengamankan rangkaian Hari Raya Suci Nyepi di wilayahnya masing-masing berkoordinasi Aparat Keamanan terkait.
8. Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan serta instansi terkait agar mensosialisasikan seruan ini kepada seluruh umat beragama di Bali.

Demikian seruan ini kami sampaikan untuk dijadikan pedoman dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.


Denpasar, 15 Februari 2018


Ketua FKUB Prov. Bali (rns/rou)
FOKUS BERITA Nyepi Tanpa Internet

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed