Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Tidak ada Istilah Anak Emas dan Tiri
Pemerintah akan Dorong Semua Aspek ICT
Tidak ada Istilah Anak Emas dan Tiri

Pemerintah akan Dorong Semua Aspek ICT


- detikInet

Jakarta - Dinilai menganaktirikan industri internet, Cahyana Ahmad Jayadi, Deputi Jaringan Departemen Komunikasi dan Informatika mengatakan, pemerintah akan mendorong semua aspek dalam teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology - ICT)."Sekarang khan semangatnya bergabung didalam sebuah konsep 'one river one management', semua aspek ICT termasuk internet, infrastruktur telekomunikasi, GSM, semuanya berada didalam satu atap, makanya kita akan mendorong semuanya, tidak ada istilah anak emas dan tiri," kata Cahyana, seusai acara Musyawarah Nasional APJII, Selasa (3/5/2005), di Le Meredien, Jakarta.Pernyataan tersebut disampaikan Cahyana menanggapi komentar Heru Nugroho, mantan sekjen APJII yang menilai bahwa pemerintah selama ini menganaktirikan industri internet. Tidak seperti industri seluler yang dianggap anak emas, karena mampu menghasilkan pendapatan yang lebih besar.Menurut Cahyana, pemerintah akan menempuh langkah-langkah yang diperlukan untuk menjembatani tumbuh kembangnya industri internet. Seperti yang sudah tertuang dalam aksi-aksi yang dilakukan pemerintah, seperti akses internet untuk sekolah dengan diskon 40 persen dari Telkom, serta pembangunan desa digital atau desa cerdas yang dibangun di 4 kabupaten di Jawa Tengah."Pembangunannya dilakukan bersama Kominfo, akses internetnya mendapat diskon 40 persen, dan mendapat binaan. Biaya operasionalnya bisa ditanggung Telkom, itu karena kita memang berada dalam satu atap," kata Cahyana.Komputer MurahBicara soal komputer murah, Cahyana mengatakan bahwa pemerintah tengah membicarakan dengan para penyedia komponen. "komputer itu khan ada 9 komponen utama, seperti casing, monitor,processor, motherboard, hardisk, dan lain sebagainya. Kita bicarakan dengan mereka. Kalo bicara volume besar dengan program besar, tentu harganya juga akan berbeda," papar Cahyana. "Program besar seperti sasaran siswa cerdas 47 juta. Setelah 5 tahun kedepan akan tercapai berapa persennya. Itu tentunya menyangkut komputer yang sangat banyak. Jadi seharusnya komputer menjadi lebih murah karena volumenya meningkat, demandnya tinggi." Dijelaskannya, pemerintah nantinya tidak hanya mengusahakan PC (personal computer-red) murah, tapi lebih kepada PC yang terjangkau, serta PC yang sesuai kebutuhan."Nggak harus PC seperti Pentium 4, karena belum tentu terpakai semua kegunaannya. Seperti ponsel misalnya, belum tentu semua fiturnya terpakai. Misalnya PC tersebut untuk akses internet saja, jadi tergantung konsepnya saja. Hal tersebut harus digalakkan, hingga bisa terjadi reduce rate. Kita sediakan konfigurasi-konfigurasi yang memungkinkan harganya jadi lebih murah," kata Cahyana. (nks/)





Hide Ads