Motorola Langgar Lisensi Open Source?
- detikInet
Jakarta -
Motorola dan 12 perusahaan lainnya dituding telah melanggar lisensi Open Source. Sang penuduh ingin menegaskan, Open Source adalah lisensi bukan ranah publik. Tudingan itu dilancarkan oleh seorang aktivis Open Source bernama Harald Welte dalam gelaran CeBit yang baru saja berakhir. Menurut Welte, ada 13 perusahaan yang menggunakan produk Open Source dalam produk mereka namun tidak merilis kode software di balik produk tersebut.Sebagian produk yang ditunjuk oleh Welte adalah produk jaringan. Namun ia mengklaim produk-produk lain seperti perangkat navigasi, set-top boxes dan software tertentu yang juga melanggar lisensi General Public License (GPL). Lisensi GPL digunakan oleh banyak proyek Open Source.Welte adalah penyusun utama kode software untuk jaringan bernama netfilter/iptables. Ia banyak menghabiskan waktunya untuk menjalankan proyek bernama GPL Violations, sebuah proyek pendataan kemungkinan pelanggaran lisensi GPL oleh perusahaan-perusahaan di dunia. GPL Bukan Ranah PublikMenurut Welte, tujuan utama pekerjaannya adalah menyadarkan masyarakat akan Open Source. "Tujuannya untuk membangun kesadaran bahwa GPL bukan ranah publik, tetapi lisensi hak cipta. Tapi anda tidak perlu membayar biaya lisensi, cukup sediakan salinan kode sumbernya," ujar Welte kepada Cnet News.com, Kamis (17/03/2005).GPL memang bisa disalahartikan sebagai ranah publik. Lisensi tersebut memperbolehkan siapapun untuk memodifikasi dan mendistribusikan sebuah program komputer. Syaratnya adalah tersedianya kode sumber di balik program tersebut kepada masyarakat umum.Akibatnya, produk Open Source sering dianggap sebagai produk gratisan yang tersedia untuk siapa saja. Kemudian ada pihak-pihak yang memanfaatkan tanpa memahami lisensi di balik produk Open Source tersebut.Menurut Welte, dalam beberapa kasus perusahaan yang memanfaatkan kode-kode Open Source dalam produknya gagal memenuhi persyaratan GPL. "Ada yang kode-nya rusak, tidak lengkap atau bukan yang terbaru," ujarnya.Dalam kasus Motorola, Welte yakin bahwa produk WA840G melanggar lisensi GPL. Produk tersebut digunakan untuk mengakses jaringan nirkabel. Juru bicara Motorola, Paul Alfieri, tidak bisa menjawab tudingan Welte secara spesifik. Namun ia menegaskan Motorola akan memperbaiki masalah yang terjadi, jika benar terjadi.
(wsh/)