Hanya Tawarkan Solusi
Kementerian Ristek Klarifikasi Soal Bantuan Warnet
- detikInet
Jakarta -
Kementerian Riset dan Teknologi mengklarifikasi soal bantuan subsidi finansial sebesar US$ 3.400 untuk 4000 warnet yang terdaftar di Asosiasi Warnet Indonesia (AWARI), yang sempat diberitakan sebelumnya. Pihaknya hanya mencoba memberikan solusi alternatif untuk pengusaha warnet, yaitu mencicil lisensi software berlisensi atau pindah ke open source."Nggak mungkin pemerintah mau mengeluarkan dana sebanyak itu. Kalau ditotal jumlahnya bisa mencapai sekitar Rp 130 miliar," kata Kemal Prihatman, anggota tim Indonesia Goes Open Source (IGOS) dari Kementerian Riset dan Teknologi, saat diminta klarifikasinya oleh detikinet, Jumat (3/6/2005). Menurut Kemal, Menteri Ristek Kusmayanto Kadiman hanya bermaksud menawarkan solusi untuk warnet. Menristek, menurut Kemal bermaksud mengatakan bahwa setiap warnet diberi waktu selama tiga bulan untuk mencari solusi. Apakah akah mencicil lisensi software server yang diperkirakan sekitar US$ 3.400, atau pindah ke software open source. Kemal menjelaskan pula bahwa pernyataan dari Menristek tentang uang sebesar US$ 3.400 hanya sebagai gambaran saja tentang biaya yang kira-kira harus dikeluarkan pengusaha warnet untuk memutihkan pemakaian software warnet. Sikap pemerintah tersebut merupakan jawaban atas aksi sweeping software bajakan terhadap warnet, yang berlangsung marak akhir-akhir ini. Banyak warnet terpaksa tutup karenanya, sembari mencari solusi bagi usahanya. Industri warnet tengah menimbang, apakah akan menggunakan software berlisensi atau beralih ke open source sebagai solusi alternatif.
(nks/)