"Kita minta bantuan para hacker, agar berita yang tidak positif, yang dapat memecah belah, bagaimana caranya tidak terus berkembang dan tidak liar. Itu yang harus kita jaga bersama," ujar Irjen Pol Machfud Arifin kepada wartawan usai acara Harkamtibmas mendukung Pilkada 2018, di gedung Tribrata Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Selasa (28/11/2017).
Kapolda menambahkan, kekuatan Polri tidak hanya pada jumlah personil maupun peralatan persenjataan dan sarana pendukung lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) menjelang Pilkada serentak 2018, tidak hanya di tengah lingkungan masyarakat, tapi dunia media sosial juga terus dipantau agar tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
Kapolda asli arek Suroboyo ini mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan berbagai lapisan masyarakat, kelompok, komunitas, untuk ikut bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di Jatim tetap aman dan kondusif.
"Kita pesan kepada teman-teman yang punya keahlian IT. Marilah kita bangun Jawa Timur yang sejuk. Mari berpesta demokrasi yang bahagia bukan ketakutan, bukan memecah belah kelompok, tapi membawa Jawa Timur tetap aman dan kondusif. Itu harapan saya," tuturnya.
Kapolda menegaskan, penindakan hukum tetap berjalan. "Yang melanggar hukum pasti kita tindak. Siapa pun orangnya yang melakukan tindak pidana, kita tindak," tegasnya. (rns/rou)