Selasa, 07 Nov 2017 11:40 WIB

Mengintip Kesiapan Mesin Sensor Porno Rp 211 Miliar

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi. Foto: Muhammad Ridho Ilustrasi. Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Sejak Agustus kemarin, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan pengadaan barang dan jasa untuk filter atau penapisan konten negatif seperti pornografi di internet. Sudah sejauh mana kesiapan mesin tersebut?

Seperti diberitakan, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) keluar sebagai pemenang lelang pengadaan Peralatan dan Mesin Pengadaan Sistem Monitoring dan Perangkat Pengendali Situs Internet Bermuatan Negatif atau dikenal dengan mesin sensor internet.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan saat ini proses pengadaan mesin sensor internet tersebut sudah setengah jalan. Pengoperasiannya sendiri ditargetkan dapat dilakukan pada Desember 2017.

"Sekarang barang-barang sudah ada. Lantai atas sudah dibongkar (Gedung Kementerian Kominfo). Barang-barang sudah ada. Sekitar 50% sudah ada semua, yang lama itu ruang monitornya," ujarnya di Jakarta, Senin (6/11/2017).

Kominfo mengakui bahwa selama ini penanganan konten negatif di internet masih dilakukan secara manual, berdasarkan laporan masyarakat terlebih dahulu baru menapisnya. Dengan beroperasinya mesin sensor internet itu, nantinya penyensoran dapat dilakukan otomatis.

"Kita akan tetap cari, namanya sistem pencari aktif itu makanya kemarin kita adakan, secara aktif mencari. Nggak usah ditungguin, mesinnya itu terus mencari. (Di media sosial) selama di open, kalau close itu nggak bisa. Selama bisa diakses seperti mencari di Google, itu mesinnya bisa mencari," tuturnya.

Diketahui, lelang mesin sensor internet dimenangkan oleh PT INTI. BUMN tersebut sampai saat ini sedang memenuhi sesuai dengan permintaan dari Kominfo, di mana Kominfo baru akan membayarnya apabila barang tersebut sudah ada dan bisa beroperasi. Sebab, cara pembayarannya secara lump sum.

Seperti diketahui, nilai pagu paket mesin sensor internet ini mencapai Rp 211.872.500, sementara untuk nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat sebesar Rp 211.870.060.792. Sedangkan, PT Inti menang lelang dengan memberikan harga penawaran Rp 198.611.683.606 dan harga terkoreksi Rp 194.059.863.536 dengan skor 70 dan skor akhir 94. (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed