Senin, 09 Okt 2017 19:07 WIB

Menkominfo: Mesin Sensor Efektif Hadang Pornografi dan Hoax

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Andika/detikcom Foto: Andika/detikcom
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menggelar belanja modal peralatan mesin sensor internet Rp 211 miliar. Apakah bakal efektif menangkal konten negatif di dunia maya?

Pertanyaan itu coba detikINET sodorkan ke Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di sela acara Indonesia Next Apps 4.0 di Jakarta, Senin (9/10/2017).

Pria yang akrab disapa Chief RA ini menjelaskan mesin sensor akan mengetahui bahwa sebuah situs mengandung banyak konten pornografi. Jadi tanpa harus menunggu laporan masyarakat dapat langsung menyensor.

"Apakah efektif? Tentu iya dong. Kan selama ini kita masih manual. Mengandalkan peranan masyarakat," katanya.

Menkominfo pun mengatakan mesin sensor internet ini tidak hanya menangkal konten pornografi. Pihaknya akan menggunakan mesin itu untuk menghalau hoax yang bertebaran di dunia maya.

"Semua yang melanggar UU ITE," tegas Menkominfo.

Dalam kesempatan ini, Rudiantara memastikan bahwa adanya mesin sensor internet tidak bersilangan dengan Badan Cyber Nasional (BSN) yang dibentuk pemerintah. Sebab peran masing-masing berbeda.

"Nggak (bersilangan). Kalau mereka (BSN) kan sekuriti. Sementara kami kan konten," kata Rudiantara.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kominfo pada Jumat (6/10/2017) telah mengumumkan pemenang dari tender proyek pengadaan mesin sensor internet dengan nilai pagu mencapai Rp 211 miliar. Pemenang dari tender ini adalah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT Inti) yang menyisihkan 71 peserta lainnya.

Nilai pagu paket mesin sensor internet ini mencapai Rp 211.872.500, sementara untuk nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat sebesar Rp 211.870.060.792. Sedangkan, PT Inti menang lelang dengan memberikan harga penawaran Rp 198.611.683.606 dan harga terkoreksi Rp 194.059.863.536 dengan skor 70 dan skor akhir 94.

Proyek tender yang diperuntukkan untuk pengadaan Peralatan dan Mesin Pengadaan Sistem Monitoring dan Perangkat Pengendali Situs Internet Bermuatan Negatif ini terkesan terburu-buru.

Lelang mesin sensor tersebut digelar Kominfo sejak 30 Agustus 2017 yang kemudian diumumkan pemenangnya pada 6 Oktober 2017. Setelah itu, memasuki masa sanggah mulai dari 6-10 Oktober 2017 yang diakhiri penandatangan kontrak pada 12 Oktober 2017.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kominfo pada Jumat (6/10/2017) telah mengumumkan pemenang dari tender proyek pengadaan mesin sensor internet dengan nilai pagu mencapai Rp 211 miliar. Pemenang dari tender ini adalah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT Inti) yang menyisihkan 71 peserta lainnya.

Nilai pagu paket mesin sensor internet ini mencapai Rp 211.872.500, sementara untuk nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat sebesar Rp 211.870.060.792. Sedangkan, PT Inti menang lelang dengan memberikan harga penawaran Rp 198.611.683.606 dan harga terkoreksi Rp 194.059.863.536 dengan skor 70 dan skor akhir 94.

Proyek tender yang diperuntukkan untuk pengadaan Peralatan dan Mesin Pengadaan Sistem Monitoring dan Perangkat Pengendali Situs Internet Bermuatan Negatif ini terkesan terburu-buru.

Lelang mesin sensor tersebut digelar Kominfo sejak 30 Agustus 2017 yang kemudian diumumkan pemenangnya pada 6 Oktober 2017. Setelah itu, memasuki masa sanggah mulai dari 6-10 Oktober 2017 yang diakhiri penandatangan kontrak pada 12 Oktober 2017. (rns/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed