Kamis, 10 Agu 2017 21:06 WIB

Diplomasi Sayur Genjer Menkominfo Taklukkan Bos Telegram

Agus Tri Haryanto - detikInet
CEO Telegram Pavel Durov. Foto: Agus Tri Haryanto/inet CEO Telegram Pavel Durov. Foto: Agus Tri Haryanto/inet
Jakarta - Diplomasi ala sayur genjer yang dilakukan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, cukup ampuh untuk 'menaklukkan' CEO Telegram Pavel Durov. Pasca kedatangannya awal Agustus, akhirnya pemerintah membuka blokir Telegram versi web.

Sejak makan siang tersebut, yang menunya khas Indonesia seperti sayur genjer dan ikan gurame, Telegram pun mengikuti aturan yang berlaku di sini. Setidaknya ada empat hal yang dilakukan oleh layanan pesan instan berlogo pesawat kertas tersebut.

Ini dilakukan agar koordinasi antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Telegram berlangsung lancar. Sebab sebelumnya Telegram dinilai susah dihubungi, sehingga Kominfo mengambil langkah untuk melakukan pemblokiran.

"Setelah itu, Telegram datang ke Jakarta bicarakan bagaimana meng-address isu ini disepakati beberapa hal, antara lain Telegram akan sign orang khusus mewakili telegram kalau kita harus berkomunikasi," ujar Rudiantara di Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (10/8/2017).
Diplomasi Sayur Genjer Menkominfo Taklukkan Bos TelegramPertemuan Menkominfo dengan Pavel Durov. Foto: Ari Saputra

"Secara sistem Telegram juga berjanji membuat semacam script, semacam software kecil untuk melakukan filtering di platform Telegram sendiri," tambahnya.


Poin kedua mengenai Standard Operating Procedure (SOP), di mana meliputi penyesuaian terms of service di Telegram untuk penanganan konten negatif, dibuatnya Telegram User Interface dalam versi Bahasa Indonesia, dan Broadcast Message bagi pengguna di Indonesia untuk penjelasan fungsi fitur Telegram.

"Dibuat SOP tata cara kalau masih ada konten-konten negatif, khususnya yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme di Telegram kepada siapa menghubungi, bagaimana caranya, komunkasinya seperti apa, nomor ponselnya siapa, dengan service level pada hari yang sama diselesaikan," tuturnya.

Kemudian poin ketiga berkaitan dengan self censoring system, di mana setiap hari Telegram melakukan identifikasi berdasarkan kata kunci dan bisa memproses 10 channel (grup) dari Indonesia.

Terakhir, penanganan konten negatif khususnya radikalisme dan terorisme. Di antaranya Report button untuk channel dan big chat bagi pengguna, jalur khusus laporan dari pemerintah Indonesia, dan laporan diproses oleh tim moderator dari Indonesia. Telegram telah memiliki tim khusus dari Indonesia yang memahami konten dan konteks lokal (local expertise) dan durasi tindak lanjut pelaporan maksimal 12 jam.

"Mudah-mudahan kalau ada yang mengajukan konten, di Kominfo ada konten untuk aduan diklik www.kominfo.go.id. Kalau ada masyarakat mengadukan di hari yang sama diproses dan di hari yang sama diselesaikan, di-take down, kalau konten itu benar-benar berkaitan dengan radikalisme dan terorisme," sebut Chief RA. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Si Kardus Nintendo Labo Laris Manis

    Si Kardus Nintendo Labo Laris Manis

    Senin, 18 Jun 2018 15:35 WIB
    Berbahan dasar kardus, tak sedikit gamer yang mengejek kemunculan Nintendo Labo. Meski demikian, nyatanya aksesoris Nintendo Switch ini laris manis di pasaran.
  • Google Guyur Pesaing Alibaba Rp 7,7 Triliun

    Google Guyur Pesaing Alibaba Rp 7,7 Triliun

    Senin, 18 Jun 2018 14:26 WIB
    Google terus memperkuat cengkraman bisnisnya di China dengan cara mengguyur uang triliunan rupiah di salah satu raksasa e-commerce pesaing terkuat Alibaba.
  • Trafik Data Lebaran Telkomsel Melonjak 109%

    Trafik Data Lebaran Telkomsel Melonjak 109%

    Senin, 18 Jun 2018 13:35 WIB
    Telkomsel mencatat kenaikan trafik layanan data signifikan. Jika dibandingkan periode Lebaran tahun lalu, trafik data operator seluler itu melonjak pesat 109%.
  • Fortnite Ikut Nebeng Semarak Piala Dunia

    Fortnite Ikut Nebeng Semarak Piala Dunia

    Senin, 18 Jun 2018 12:53 WIB
    Setelah update Thanos dari euforia film Avengers Infinity War beberapa waktu lalu, kini game Fortnite juga ikut serta menyemarakkan Piala Dunia 2018.
  • Bill Gates Ternyata Ada Dua Orang

    Bill Gates Ternyata Ada Dua Orang

    Senin, 18 Jun 2018 10:59 WIB
    Hari ini adalah hari ayah di Amerika Serikat. Pendiri Microsoft Bill Gates pun tak ketinggalan mengucapkan selamat hari ayah untuk bapaknya yang ternyata..