Kamis, 10 Agu 2017 17:32 WIB

Kominfo Ungkap Jumlah Aduan SARA, Hoax dan Pornografi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi. Foto: Gettyimages Ilustrasi. Foto: Gettyimages
Jakarta - Aduan yang bersifat Suku Ras Agama dan Antargolongan (SARA) dan informasi palsu atau yang dikenal dengan hoax jumlahnya cukup tinggi. Hal ini mengisyaratkan bahwa SARA dan hoax perlu terus diantisipasi penyebarannya di internet.

Itu terbukti dari laporan masyarakat terkait konten negatif yang diterima oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) selama setengah tahun 2017 ini. Terhitung dari Januari hingga Juli, total aduan konten negatif lewat email yang diterima mencapai 32.465 aduan.

Secara spesifik dilihat dari per kategorinya, pada bulan Januari aduan konten yang berkaitan dengan SARA mencapai 5.142 aduan, diikuti hoax 5.070 aduan, pornografi 308 aduan, radikalisme/terorisme 267 aduan, dan penipuan online ada 80 aduan.

Meningkatnya jumlah aduan konten yang berbau SARA atau ujaran kebencian ini diduga bersamaan dengan berlangsungnya Pilkada DKI Jakarta.

Bila diamati grafiknya dari Januari sampai Juli, aduan SARA mengalami penurunan, di mana bulan kemarin hanya ada 403 aduan. Tren penurunan juga terjadi di kategori hoax yang di Juli hanya ada 127 aduan.

Berbeda dengan SARA dan hoax yang turun jumlah laporannya setelah Januari, tren laporan pornografi justru meningkat menjadi 2.148 aduan di Februari. Tapi kemudian kembali turun 1.105 aduan di Juni dan 977 aduan di Juli.

"Kalau tahun lalu jumlah email yang masuk satu tahun di 2016 itu sekitar 6 ribuan tetapi di 2017 konten-konten di media sosial begitu besar, makanya laporan di masyarakat lumayan tinggi. Pada saat itu terkait dengan hoax, kekerasan itu bisa dua kali dari secara total dari pornografi, biasanya pornografi jauh lebih banyak," ujar Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza di Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Tren penurunan konten negatif ini, kata Noor, diduga karena memasuki bulan puasa hingga jumlah aduannya turun tajam dari bulan-bulan sebelumnya.

"Ini memberikan gambaran bahwa aduan email di tahun 2016 itu yang berjumlah enam ribuan sekarang Januari hingga Juli 2017 boleh dikatakan penurunan. Di sinilah konten-konten (negatif) yang ditemui oleh masyarakat semakin sedikit," sebutnya. (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed