Sabtu, 15 Jul 2017 08:40 WIB

Pemblokiran Telegram Jadi Sorotan Media Asing

Fino Yurio Kristo - detikInet
Telegram. Foto: Internet Telegram. Foto: Internet
Jakarta - Layanan messaging Telegram kena blokir di Indonesia. Pemblokiran yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo ini menjadi sorotan beberapa media di mancanegara.

Kantor berita ternama asal Inggris, Reuters, menurunkan judul 'Indonesia blocks Telegram messaging service over security concerns'. Dikatakan pemblokiran Telegram perlu dilakukan karena digunakan untuk menyebar propaganda teroris.

Saksikan video 20detik mengenai Meme Telegram Diblokir di sini:


"Indonesia pada hari Jumat memblokir akses layanan messaging terenskripsi Telegram, terkait kekhawatiran Telegram digunakan untuk menyebar propaganda teroris dan radikal di negara mayoritas Muslim terbesar itu," tulis Reuters yang dikutip detikINET.

"Langkah itu dilakukan di tengah kecemasan makin tumbuhnya pengaruh dan kehadiran ISIS di Asia Tenggara seiring kelompok itu kehilangan teritorialnya di Suriah dan Irak," imbuh Reuters.

Sedangkan media berpengaruh di Singapura, Strait Times, mengetengahkan judul 'Indonesia request ISPs to block Telegram messenger over terror fears'. Mereka melaporkan Kominfo meminta penyedia layanan internet atau ISP menutup akses ke Telegram.

"Kominfo telah memberitahu penyedia layanan internet untuk memblokir akses ke Telegram karena ditemukan bahwa layanan itu digunakan oleh para teroris," tulis Strait Times.

"Walau demikian, pernyataan dari Kementerian tak mengindikasikan kapan penyedia layanan internet di Indonesia harus mematuhi permintaan memblokir Telegram. Dan juga, jika diimplementasikan oleh semua ISP, pemblokiran hanya berpengaruh di Telegram versi desktop,"

"Orang masih bisa memakai versi aplikasi smartphone layanan itu, yang lebih banyak digunakan. Namun kementerian menekankan mereka siap mematikan aplikasi Telegram secara komprehensif di Indonesia jika Telegram tak menyiapkan SOP untuk mengendalikan konten melanggar hukum di aplikasi mereka," papar Strait Times. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed