Kamis, 18 Mei 2017 14:53 WIB

Qualcomm Gugat Perakit iPhone, Kenapa?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi Qualcomm Foto: GettyImages Ilustrasi Qualcomm Foto: GettyImages
Jakarta - Pertarungan Apple dan Qualcomm di meja hijau masih berlanjut. Kali ini perusahaan pembuat chip itu menggugat Foxconn, Pegatron, Wistron dan Compal Electronic, yang merupakan perusahaan perakit iPhone dan iPad.

Penyebabnya adalah perusahaan-perusahaan tersebut menyetop pembayaran royaltinya ke Qualcomm. Royalti yang dimaksud adalah lisensi untuk teknologi-teknologi yang dipakai di iPhone dan ipad.

Langkah penyetopan pembayaran royalti itu tentu bukan ide mereka sendiri, melainkan instruksi dari Apple yang juga sudah berhenti membayar royalti ke Qualcomm, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Kamis (18/5/2017).

Sejumlah perjanjian lisensi antara Apple dan perusahaan-perusahaan itu ada yang sudah berumur lebih dari 10 tahun, sebelum iPhone pertama mulai dijual. Dan mereka masih membayar royalti-royalti tersebut ke Qualcomm.

Awal permasalahan ini adalah ketika Federal Trade Commission yang pertama menggugat Qualcomm soal praktik monopoli lisensi pada Januari lalu. Beberapa hari kemudian, Apple pun mendaftarkan gugatannya di Amerika Serikat, Inggris dan China.

Apple menuduh Qualcomm mematok biaya lisensi yang terlalu tinggi selama bertahun-tahun. Mereka kemudian memutuskan menyetop pembayaran royalti ke perusahaan pembuat chip itu sampai kasusnya di pengadilan mencapai titik temu.

Keputusan Apple untuk menghentikan sementara pembayaran royalti ini memperlihatkan kalau mereka yakin akan menang dalam gugatan ini. Apple baru akan membayar royalti setelah pengadilan memutuskan sebenarnya berapa banyak tagihan royalti mereka ke Qualcomm.

"Tanpa tarif yang nantinya akan disetujui soal berapa banyak utang Apple, kami masih akan menahan pembayaran sampai jumlah yang tepat diputuskan oleh pengadilan," ujar juru bicara Apple.

Qualcomm tentunya tak setuju dengan keputusan Apple ini. Karena menurut mereka, sampai saat ini perjanjian antara kedua perusahaan masih berlaku dan harus ditepati, dan menyebut Apple dengan sengaja tak menepati perjanjian tersebut. (asj/yud)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed