Keputusan ini diambil setelah kedua pihak berdiskusi melalui badan arbitrasi dan setuju untuk berdamai. Syaratnya, Qualcomm harus membayar ganti rugi sebesar USD 814,9 juta, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Jumat (14/4/2017).
Perselisihan ini berawal ketika BlackBerry mengklaim kalau mereka membayar royalti yang terlalu besar pada Qualcomm. Pada April 2016 lalu, BlackBerry dan Qualcomm mulai berdiskusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski berselisih, CEO BlackBerry John Chen mengaku akan terus bekerja sama dengan Qualcomm. Terutama dalam hal keamanan dalam industri otomotif dan beberapa hal lainnya. (rns/rns)