National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) berencana meminta kepada produsen smartphone dan pengembang aplikasi untuk membuat fitur driver mode atau mode pengemudi.
Tujuannya, begitu fitur driver mode ini diaktifkan akan mengunci atau memblokir aplikasi-aplikasi tertentu. Sehingga, para pengemudi bisa fokus saat mengendarai mobil atau motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adanya driver mode ini juga akan memblokir atau mengunci fitur-fitur seperti video, pesan teks email atau SMS, dan juga sosial media. Diharapkan sopir yang bandel tidak bisa lagi bermain ponsel saat mengendarai mobilnya.
Meskipun perlu waktu untuk mewujudkannya, keputusan ini ternyata ikut disambut positif dari kalangan pengemudi di Amerika. Mudah-mudahan saja, inisiatif semacam ini juga ikut ditiru oleh negara lain, termasuk Indonesia.
"Saya setuju 100%, untuk keselamatan individu dan kami memiliki anak-anak kecil," kata pengemudi bernama Octavia Poole seperti dilansir dari WTSP, Jumat (25/11/2016).
"Saya ikut mendukung. Saya memiliki dua anak dan ingin mereka menjadi seaman mungkin terutama ketika kami berada di dalam mobil" timpal pengendara mobil lainnya, Mike Oliver. (rou/rou)