Kamis, 06 Okt 2016 07:53 WIB

DPR: Asing Tetap Wajib Bangun Data Center di Indonesia

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Komisi I DPR RI menegaskan keberadaan data center perusahaan asing wajib ada di Indonesia. Jika hal tersebut tak dilakukan, maka tak ada lagi kedaulatan atas informasi di Indonesia.

Pernyataannya itu disampaikan oleh Anggota Komisi I, Hanafi Rais, merujuk rencana Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara merevisi Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) No. 82/2012.

Seperti diketahui, dalam aturan itu menyebutkan PSTE untuk pelayanan publik wajib menempatkan pusat data dan pusat pemulihan bencana di wilayah Indonesia untuk kepentingan penegakan hukum, perlindungan, dan penegakan kedaulatan negara terhadap data warga negaranya.

"Data center harus tetap ada di Indonesia. Tidak bisa tidak. Itu sudah menjadi syarat sahnya industri telekomunikasi atau OTT. Termasuk data center, server, untuk ada di Indonesia. Hal itu karena dengan adanya data center di Indonesia kita itu punya kedaulatan atas informasi," katanya di Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Lebih lanjut ia mengatakan, jika nantinya data center berada di Indonesia, maka perusahan OTT alias over the top milik asing tak akan bisa lari dari kewajiban mereka. Misalnya saja soal pajak.

"Yang terjadi saat ini, misalnya, kita berkeluh kesah karena OTT tidak bisa dikenakan pajak dan mencari keuntungan begitu saja di Indonesia serta lewat begitu saja. Salah satu persyaratan ya itu harus ada di Indonesia," ujar putra Amien Rais ini.

"Jangan apa-apa dipandang dengan efisiensi bisnis, maka negara itu dirugikan. Jadi sebaiknya kedaulatan negara ini harus dijaga. Soal efisiensi itu bisa mengikuti bukan di balik paradigmanya," tambahnya.

Meski begitu, pihaknya mengakui belum secara detail membicarakan perihal ini kepada Menteri Rudiantara. "Ini belum dibicarakan. Tunggu ide ini menggelinding dulu baru akan kita bicarakan khusus dengan Menkominfo," tukasnya.

(rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Dear Netizen, Waktu Imsak Hari Ini 4.26 WIB

    Dear Netizen, Waktu Imsak Hari Ini 4.26 WIB

    Senin, 28 Mei 2018 03:40 WIB
    Setiap menjalani sahur di bulan Ramadan, ada banyak netizen yang mencari tahu kapan waktu imsak tiba. Ingat, hari ini imsak pukul 4.26 WIB dan subuh 4.36 WIB.
  • Tokopedia Kalahkan WhatsApp dan Instagram

    Tokopedia Kalahkan WhatsApp dan Instagram

    Senin, 28 Mei 2018 02:50 WIB
    Aplikasi Tokopedia dalam waktu singkat berhasil memuncaki Apple Store dan Google Play mengalahkan Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Kok bisa?
  • Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Unik, Ada Go-Jek Bentor di Gorontalo

    Minggu, 27 Mei 2018 20:10 WIB
    Go-Jek kini telah resmi hadir di Gorontalo. Kehadiran layanan ini melalui kemitraan dengan para pengemudi becak motor atau yang sering disebut dengan bentor.
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.