Selasa, 17 Mei 2016 19:06 WIB

TKDN Indonesia vs India, Apple Pilih Mana?

Yudhianto - detikInet
Ilustrasi (Foto: detikINET/Adi Fida Rahman) Ilustrasi (Foto: detikINET/Adi Fida Rahman)
Jakarta - Kalau Indonesia punya aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), India punya regulasi 'Make in India'. Inti kedua aturan tersebut sama, yakni memaksa produsen ponsel tak sekedar jualan, tapi berkontribusi ke negeri yang disambanginya.

Apple tentu saja tidak luput terkena aturan ini. Namun jika dibandingkan, sepertinya pembuat iPhone ini lebih memilih manut pada aturan di India.

Kontribusi yang dimaksud adalah kandungan lokal. Bentuknya bisa berupa manufaktur yang dilakukan di dalam negeri atau komponen yang dibuat pemasok lokal, baik hardware maupun software.

Komposisi kandungan lokal di Indonesia dan India tentu berbeda. Di Indonesia misalnya, di tahap awal produsen ponsel diharuskan memenuhi kandungan lokal sebesar 20%.

Apple sebagai salah satu produsen ponsel besar dunia pun mulai serius memperhatikan aturan yang diberlakukan kedua negara. Di Indonesia, Apple sempat sesumbar akan mendirikan pusat riset dan pengembangan. Sayang, kian hari kabarnya semakin tak terdengar.

Alasannya bisa jadi karena Apple lebih melirik India. Pasalnya, dalam waktu dekat CEO Apple Tim Cook dijadwalkan berkunjung ke negeri Hindustan untuk menemui Perdana Menteri Narendra Modi. Tujuan kunjungan ini disebut-sebut ada kaitannya dengan aturan 'Make in India'.

Apple diprediksi akan membicarakan program akselerator startup di India. Selain itu, perusahaan asal Cupertino, California, Amerika Serikat ini juga akan membuka lapangan pekerjaan untuk developer peta digital dan konsultan penjualan.

Isu lain yang mungkin dibicarakan adalah rencananya membangun Apple Store di India. Informasi lainnya, seperti detikINET kutip dari Phone Arena, Selasa (17/5/2016), Apple ingin memuluskan niatnya menjual iPhone refurbished di negeri Bollywood.

Dengan total penjualan sebanyak 800 ribu unit di akhir kuartal 2015, India memang tak bisa dikesampimgkan Apple. Mungkin ini juga yang malah jadi alasan utama Apple lebih memilih India ketimbang Indonesia. (yud/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed