Pertanyaan tersebut coba dilontarkan kepada Direktur Network Telkomsel, Sukardi Silalahi. Ia menjawab saat ini frekuensi 800 MHz telah dinetralkan. Adapun teknologi yang akan diaplikasikan di atasnya tergantung kebutuhan Telkomsel.
"Jadi bisa 3G atau 4G. Jika daerah rural sudah banyak pakai headset 4G, kita akan alihkan ke 4G. Tapi kalau banyak 3G, ya 3G dulu. Tapi tidak akan 2G," jelas Sukardi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, di frekuensi tersebut masih dihuni oleh Smartfren yang hingga kini belum rampung migrasi dari 850 MHz ke 2,3 GHz. Padahal merujuk pada surat perjanjian dan kontrak penggunaan frekuensi 850 MHz, waktu penggunaan Smartfren sudah habis terhitung 14 Desember 2015.
Agar tidak berlarut-larut, saat ini Telkomsel dan Smartfren tengah dalam pembicaraan dengan Kominfo soal waktu pelaksanaan migrasi.
Pemerintah sendiri berharap waktu migrasi Smartfren dapat rampung sebelum akhir tahun 2016. Sehingga Telkomsel dapat menggelar layanannya di frekuensi tersebut. (afr/ash)