Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
TKDN Tak Hanya Soal Ponsel 4G

TKDN Tak Hanya Soal Ponsel 4G


Muhammad Alif Goenawan - detikInet

ilustrasi (detikcom)
Jakarta - Asosiasi Industri Teknologi Informasi Indonesia (AiTI) menyambut baik aturan pemerintah Indonesia soal Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Meski awalnya hanya terfokus untuk perangkat ponsel 4G, namun asosiasi kumpulan para pengusaha IT lokal ini bahkan siap menyambut apabila nantinya aturan itu juga diterapkan di perangkat TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) lainnya.

Menurut Timothy Siddik, Ketua Presidium AiTI, kebijakan TKDN di ponsel 4G ini bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendorong para pemengang merk untuk melakukan investasi pabrik di Indonesia. "Aturan ini sangat bagus menurut kami, sehingga diharapkan bisa disusul penerapannya bagi produk-produk TIK lainnya, semisal Laptop dan sejenisnya," papar pria yang juga merupakan Bos dari brand perangkat komputasi lokal, Zyrex.

Namun diakui oleh Timothy, penetrasi PC memang masih sangat rendah di Indonesia, baru sekitar 12%. Sementara ponsel sedikit lebih besar, yakni menyentuh angka 18%.

"Kalau dibandingkan dengan negara tetangga kita memang masih kecil. Di Singapura saja penetrasi PC sudah lebih dari 100%. Itu artinya satu orang bisa punya dua PC," papar Timothy kepada awak media ketika jumpa pers di Sate Khas Senayan.

Maka dari itu dengan penerapan TKDN yang tak hanya di segmen ponsel 4G, Timothy berharap kebijakan tersebut setidaknya bisa merapihkan industri TIK di Indonesia.

Selain itu terlepas dari soal kebijakan TKDN, AiTI juga memaparkan dukungan terhadap kebijakan transaksi dalam rupiah. "Nilai perangkat industri TIK di Indonesia ini cukup besar, yakni menyentuh angka Rp 84 triliun atau USD 6,5 miliyar per tahun. Tapi sayangnya, 90% barangnya masih impor. Bayangkan berapa ketergantungan kita terhadap Dolar AS," ujar Timothy.

Maka dari itu AiTI telah menghimbau kepada para pemegang brand untuk melakukan proses impor sendiri dan dilanjutkan dengan investasi perakitan di dalam negeri sebagai tahap awal.

"Intinya adalah jangan memulai dari komponen, mulai lah dari hilir perakitan," pungkasnya.

(yud/yud)







Hide Ads
LIVE