Trond Werner Hansen, nama mantan karyawan tersebut, bekerja untuk Opera pada 1999 hingga 2006. Dia dipercaya sebagai desainer sekaligus developer user interface.
Hansen juga bekerja untuk Opera sebagai konsultan lepas pada 2009 hingga 2010. Selanjutnya, tahun lalu Hansen terlibat pengembangan browser terbaru Mozilla yang masih prototype, 'Junior' untuk iOS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menghabiskan hampir 7 tahun mencoba menyederhanakan Opera dan tidak benar-benar sukses. Penyederhanaan sesuatu yang sudah ada sangat sulit. Saya merasa kami gagal membuat sesuatu yang benar-benar mudah," ujarnya dalam video tersebut.
Sementara itu, Limi mencantumkan nama Hansen dalam sejumlah penemuan fitur di UI Mozilla, termasuk di antaranya browser search. Limi mengatakan, fitur 'speed dial' yang memungkinkan pengguna tinggal memilih halaman yang sering dikunjungi dari tab browser baru adalah inovasi.
"Banyak fitur yang dia buat, kini ada di hampir semua browser," kata Limi membanggakan Hansen, seperti dikutip detikINET dari Ars Technica, Selasa (30/4/2013).
Di sisi lain, Opera kini mengklaim beberapa interface 'ajaib' yang ditambahkan Hansen ke Junior bersama Mozilla, adalah fitur yang dikembangkan untuk Opera dan mereka sudah membayar Hansen untuk itu. Fitur tersebut bahkan belum sempat diterapkan di Opera.
Sejauh ini, Opera membatasi gugatannya hanya kepada Hansen, sebagai konsultan yang dibayar Mozilla atas karya desain produknya. Namun jika gugatan ini berhasil, kemungkinan Opera akan mempeluasnya ke Mozilla.
(rns/ash)