Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto, pihaknya terpaksa membiarkan ID-SIRTII lumpuh total untuk sementara waktu hingga restrukturisasi direktorat yang baru rampung.
Dengan belum adanya pejabat definitif dan baru dibentuknya pejabat pembuat komitmen (PPK), seluruh anggaran yang diperlukan untuk keberlangsungan operasional ID-SIRTII terpaksa ditangguhkan--meskipun sejatinya, kebutuhan itu kabarnya sangat mendesak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait keluhan birokrasi yang disampaikan ID-SIRTII, Gatot mengaku tidak tahu pasti. Meski begitu, ia tetap menyampaikan permintaan maaf karena masih banyak kekurangan di Kominfo yang menyebabkan timbulnya sejumlah masalah.
"Kami minta maaf atas kejadian ini. Kami akui, belum efektif. Kami sudah memberikan pengertian kepada mereka (ID-SIRTII). (Kalaupun akhirnya banyak SDM yang pergi dari ID-SIRTII) kami memahami, ini masalah sensitif, masalah perut," tandas Gatot.
Menurut Wakil Ketua ID-SIRTII M Salahuddien, staf yang dimiliki lembaga pengawas internet ini tak lebih dari 25 orang. Namun sayangnya, para staf yang ada di lembaga itu satu persatu mulai pergi.
"Tahun ini kita kehilangan delapan staf inti karena ketidakpastian kontrak. Tahun lalu kita kehilangan 4-6 orang," ungkapnya.
Selain kehabisan SDM, ID-SIRTII juga lumpuh total karena tak punya bandwidth dan tak punya link buat memonitor trafik internet yang lalu lalang.
Β
(rou/rou)