Razia tersebut dikatakan sebagai yang terbesar dari yang pernah dilakukan oleh kedua negara. Razia dilakukan secara bersamaan di 12 wilayah Taiwan serta di propinsi Fujian, Huanan, Hubei, Anhui, Guangdong & Guangxi serta Kota Chonqing.
Dikutip detikINET dari DarkReading, Rabu (1/9/2010), razia ini melibatkan sekitar 3.200-an anggota Kepolisian. Ini mencakup 548 dari Taiwan dan 2.720 dari China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perangkat yang disita termasuk komputer, ponsel, server, stempel palsu, seragam palsu, pistol, buku rekening bank dan beberapa 'buku petunjuk melakukan penipuan'. Sedangkan dana yang disita, diduga hasil penipuan, mencapai USD 340 ribu (sekitar Rp 3 miliar).
Modus penipuan jaringan ini cukup banyak, mulai dari penipuan transfer ATM hingga penjualan barang. Misalnya, para penipu gemar menjual barang lewat situs namun saat diantarkan pembeli hanya menerima kotak kosong.
Lebih parahnya lagi, dalam razia ini juga dicokok beberapa oknum dari operator telekomunikasi di Taiwan dan China. Mereka diduga ikut terlibat dalam aksi penipuan ini.
(wsh/wsh)