"Tim di HQ (headquarter, kantor pusat Sony Corp di Jepang) masih merampungkan diskusi masalah ini. Kami masih belum bisa beri komentar mengenai somasi balik," jelas Rini F Hasbi, Senior Manager Head of Marketing Communications Sony Indonesia, kepada detikINET, Senin (15/3/2010).
"Kami percaya bahwa fokus dari mas Sony AK adalah mempertahankan domain website-nya, dan dapat diselesaikan dengan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak," lanjut dia, lewat pesan singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tak lama kemudian, ada pesan singkat dari humas konsultan Sony Indonesia yang mengabarkan bahwa Rini sedang dalam kondisi tidak memungkinkan untuk menjawab pertanyaan karena sedang dirundung masalah keluarga. "Mertua Rini sedang kritis di RS (rumah sakit)," tulis SMS itu.
Sebelumnya diberitakan, Sony Corp akan disomasi balik oleh para sahabat dan simpatisan Sony AK, dalam waktu dekat. Mereka tidak terima, ketika Sony Arianto Kurniawan (sony-ak.com) disomasi oleh kuasa hukum Sony Corp lantaran nama "Sony" yang melekat di situs pribadinya--karena alasan kalau-kalau situs dengan label "Sony" itu disalahgunakan dan bisa merusak merek dagangnya.
Sony AK yang menjadi korban pun dihadapkan oleh kuasa hukum Sony Corp dengan dua pilihan sulit: melepas nama "Sony" atau diseret ke meja hijau. Namun Sony AK memilih untuk bertahan. Ia tidak sendirian, banyak pihak yang mendukung dia, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
Kasus sengketa nama domain ini pun bergulir cepat bak bola salju, ketika para sahabat Sony AK membuat sebuah grup penggalang dukungan di Facebook dengan nama: "Sony, Jangan Renggut Nama Temanku!". Sejauh ini anggota grup itu sudah lebih dari 8.700 orang.
Selain ancaman somasi balik terhadap Sony Corp, raksasa elektronik ituΒ Β juga semakin tertekan dengan ancaman boikot atas produk-produknya. Seruan untuk memboikot produk Sony pun mulai ramai disuarakan di Twitter dan Facebook melalui berbagai grup di situs jejaring itu.
(rou/faw)