"Sudah 10 hari ini tutup, dirazia," ujar Ujang (35), petugas parkir yang biasa bertugas di depan Kokem kepada detikINET, Selasa (10/11/2009).
Pantauan detikINET, pintu gerbang terkunci rapat. Para pedagang menggelar dagangannya di sepanjang trotoar tepat di depan gerbang. Jumlahnya pun tidak sebanyak biasanya. Hanya ada kurang dari 10 pedagang yang menggelar dagangan seadanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laki-laki yang mengaku dipanggil Abang ini juga menambahkan bahwa dirinya bersama dengan rekan seprofesinya saat ini sangat berhati-hati dalam menjual CD/DVD bajakan tersebut. Hal ini dilakukan karena saat dirazia beberapa waktu lalu, sebanyak 560 keping DVD miliknya disita oleh polisi.
"Ada 560 DVD yang disita sama Polsek Regol. Jadi sekarang kita jual dikit-dikit saja. Asal dapat saja," ungkapnya.
Kondisi serupa juga terjadi di beberapa kios penjualan DVD film bajakan yang banyak tersebar di Kota Bandung. Seperti di Jalan Ambon, Jalan A Yani dan beberapa tempat lainnya.
Kios tersebut tertutup rapat. Bahkan semua barang yang biasanya tertata rapi di rak, saat ini tidak nampak. Rak pun kosong melompong.
Walau demikian, peredaran barang bajakan tersebut tidak seluruhnya terhenti. Di pinggir jalan seperti di depan Bandung Indah Plaza (BIP) masih banyak penjual yang menjajakan DVD ilegal tersebut.
(afz/ash)