Dikutip detikINET dari AFP, Senin (9/2/2009), YouTube dicekal karena menayangkan rekaman perbincangan yang terjadi antara perdana menteri Bangladesh dengan pejabat tinggi militer.
Rekaman tersebut berisi konten sang petinggi militer terdengar marah pada perdana menteri Sheikh Hasina terkait penanganan pemberontakan berdarah yang menyeruak di negeri itu belum lama ini. Puluhan orang tewas dalam insiden tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang sumber internal pemerintah Bangladesh menjelaskan bahwa YouTube diblokir dengan alasan menjadi media sebuah konten subversif. Namun ia menambahkan akses YouTube bukan tidak mungkin bakal segera dipulihkan.
(fyk/fyk)