KONSULTASI GADGET
Lucky Sebastian
Lucky Sebastian
Lucky Sebastian adalah seorang Arsitek yang sangat hobby dengan gadget sejak tahun 1998.
Jumat, 28 Apr 2017 15:50 WIB

KlinikINET

Kenapa Produk 'Made in China' Mendominasi?

Konsultan: Lucky Sebastian - detikInet
Foto: internet Foto: internet
Jakarta - Mengapa produk-produk terutama asesoris gadget 'made in china' begitu sangat mendominasi terutama di Indonesia?

Jawaban:

Memang saat ini, industri ponsel dan aksesoris sangat berkembang di China. Mereka memiliki infrastruktur, kelengkapan bahan, pelaku industri, dan tenaga kerja yang sangat kompetitif. Hampir semua brand smarphone memiliki industri manufaktur di China.

Dengan dukungan dan kelengkapan seperti disebut di atas, terutama biaya kerja yang murah, banyak industri pembuat asesoris dari banyak belahan dunia, memanufaktur produknya di China. Mereka cukup hanya merancangnya.

Dengan memanufaktur produknya di negara China yang bisa menghasilkan barang dengan tingkat kualitas yang diinginkan, dan harga yang kompetitif, membuat para pelaku industri di bidang ini, sangat menyukai produknya untuk dibuat di China.

Karena masifnya industri di China, level pekerjaan barang-barang industri ini jangan selalu dibayangkan berupa pabrik-pabrik raksasa. Di China kelas rumahan pun sanggup membuat berbagai macam barang, dari sparepart motor hingga perakitan elektronik.

Sebagian besar radio dan raket nyamuk yang beredar di Indonesia, kemungkinan dibuat di industri kelas rumahan. Kemungkinan besar semua smartphone rekondisi atau kadang disarukan dengan istilah refurbished yang dijual di banyak negara lain sebagai barang baru, juga didaur ulang di China.

Mengapa kasesoris gadget bisa sangat murah di China? Selain tenaga kerja yang murah dan jumlah pesanan yang besar, para pelaku industri menawarkan banyak level kualitas produk.

Diantara mereka ada yang melakukan efisiensi dan cerdik di bidang ini. Misalnya membuat casing/sarung smartphone membutuhkan molding (cetakan dasar) untuk mencetak bentuk casing. Molding ini harganya mahal dan harus diganti setelah mencetak puluhan ribu casing/sarung, karena bentuknya mulai berubah dan mungkin menghasilkan cetakan yang cacat.

Molding bekas ini nantinya akan dibeli lagi oleh pembuat casing/sarung smartphone dengan level kualitas lebih rendah, dan digunakan ulang untuk membuat casing dengan harga yang lebih murah. Itu salah satu contoh, mengapa kita bisa membeli casing yang mirip, dengan harga yang berbeda-beda.

Karena di Indonesia pengguna gadget dan asesorisnya masih terus berkembang pesat dan harga yang murah masih menjadi pertimbangan utama, maka wajar saja Indonesia menjadi salah satu tujuan pemasaran hasil produksi aksesoris gadget dari China yang beragam. (jsn/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed