KONSULTASI GADGET
Lucky Sebastian
Lucky Sebastian
Lucky Sebastian adalah seorang Arsitek yang sangat hobby dengan gadget sejak tahun 1998.
Rabu, 09 Sep 2015 11:32 WIB

KlinikINET

USB OTG Jadi Pintu Masuk Virus?

Konsultan: Lucky Sebastian - detikInet
foto: detikINET foto: detikINET
Jakarta - Saya memiliki ponsel Android merek advan S4C. Setelah saya cek dengan aplikasi ternyata sudah support USB OTG. Nah, apakah ponsel saya rentan terkena virus jika saya hubungkan dengan flashdisk/sejenisnya (untuk menambah kapasitas memori tentunya)? Dan apa saja pengaruhnya dalam sistem kinerja hp saya? (Naufal Ibnu Syafiq)

Jawaban:

USB OTG sendiri sebenarnya berbeda kegunaannya dengan memory card, dimana memory card memang diperuntukkan selalu terpasang pada device, yang umumnya dipergunakan untuk menambah kapasitas memory handphone.

USB OTG lebih diperuntukkan untuk digunakan saat diperlukan saja, misalnya ketika memory internal mulai penuh, sebagian data seperti foto-foto, lagu, dll, bisa dipindahkan sebagai backup ke USB OTG. Atau kita pergunakan untuk membawa file-file video atau file-file pekerjaan dari laptop yang ingin kita baca di smartphone.

USB OTG dihubungkan dengan device kita melalui slot Micro USB (slot charging) dari smartphone.

Ada beberapa tipe USB OTG, misalnya yang berupa flashdisk, dimana USB OTG ini sudah memiliki kapasitas storage tersendiri seperti flashdisk dan memiliki 2 macam konektor, micro USB untuk ke smartphone, dan USB standar untuk ke komputer.

Model yang lain berupa converter, dengan ujung micro USB untuk menyambung ke smartphone, dan satu lagi USB female untuk dihubungkan ke flashdisk standar. Converter ini selain berguna untuk menghubungkan flashdisk sebagai storage backup, juga bisa digunakan untuk menghubungkan peripheral hardware lain, seperti keyboard dan mouse, atau bahkan infra red barcode scanner.

Mengenai kemungkinan terkena virus, biasanya jika USB OTG storage sering di koneksikan ke PC yang mengandung virus, ada kemungkinan storage tersebut terkena dampaknya. Tetapi biasanya tidak berpengaruh kepada smartphonenya sendiri.

Aplikasi-aplikasi Android yang mengharuskan menyimpan data-data file penting, diatur supaya setiap aplikasi tidak bisa menyebrang mengambil isi folder dari aplikasi lain (sandboxing), dan file-file ini disimpan di internal memory yang tidak bisa diakses langsung dengan file explorer tanpa root. Jadi data-data file penting cenderung lebih aman.

Jika ingin benar-benar data di smartphone lebih aman, bisa mengaktifkan fitur enkripsi pada storage. Hanya saja fitur ini jika diaktifkan biasanya membuat kinerja agak melambat.

(jsn/ash)
Klik di sini untuk mengirimkan pertanyaan yang ingin dikonsultasikan dengan kami. Konsultasi seputar gadget, fotografi, internet security dan cyberlife.

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed