KONSULTASI CYBERLIFE
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum adalah seorang mantan jurnalis, ia pernah bekerja di beberapa media online besar di Indonesia sejak awal 2005 hingga akhir 2015. Sejak 2008, Dewi yang suka travelling ini juga aktif membantu kampanye program Internet Sehat yang digagas oleh ICT Watch.

Dewi dapat dihubungi via email dew.ningrum[at]gmail.com atau blogwww.dewningrum.com
Selasa, 25 Apr 2017 15:32 WIB

KlinikINET

Tips Agar Kumpul-kumpul Jadi Asyik Tanpa Gadget

Konsultan: Dewi Widya Ningrum - detikInet
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Mohon tipsnya agar kumpul-kumpul bersama teman terdekat, pacar ataupun keluarga terasa lebih berkualitas tanpa harus sibuk dengan ponsel masing-masing?

Jawaban:

Perkembangan teknologi memang mempunyai dampak positif dan negatif. Seperti halnya penggunaan smartphone. Kecanggihan yang ditawarkan ponsel pintar ini tak jarang membuat penggunanya menjadi ketergantungan pada alat ini.

Di satu sisi ponsel sangat membantu pengguna menjalankan aktivitas mereka, di lain sisi kehadiran ponsel membuat penggunanya bersikap acuh dengan lingkungan sosial di sekitarnya.

Apalagi sejak media sosial booming. Interaksi yang dulunya dilakukan secara bertatap muka kini sudah berubah. Sekarang hampir semuanya dilakukan lewat ponsel. Banyak orang yang akhirnya malas berinteraksi sosial dan memilih sibuk berkutat dengan ponselnya. Istilahnya: "Ponsel mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat".

Coba perhatikan sekeliling kita. Mungkin kita pernah melihat sebuah keluarga atau sekelompok teman sedang kumpul makan bersama di restauran. Bukannya mengobrol dan menyimpan ponselnya di dalam tas atau kantong pakaian, hampir semuanya sibuk menunduk melihat ponsel. Entah itu untuk update status, memposting foto selfie/wefie atau membalas email/chatting.

Hal-hal seperti ini memang tidak bisa dibiarkan. Nah, agar acara kumpul-kumpul menjadi lebih asyik tanpa harus terganggu ponsel, coba Anda buat beberapa perjanjian. Misalnya:

'Puasa' ponsel
Acara reuni sejatinya memang digunakan sebagai ajang untuk kangen-kangenan dan mengobrol satu sama lain sambil melihat emosi yang terpancar dari wajahnya. Hal seperti ini tidak bisa didapatkan jika mengobrol lewat chattingan.

Namun kehadiran ponsel pintar tanpa disadari memang membuat penggunanya menarik diri dari kehidupan nyata. Karena itu coba buatlah kesepakatan bersama dengan keluarga atau teman Anda bahwa semua orang yang berada di acara itu harus 'puasa' menggunakan ponsel.

Buat aturan, mereka tidak diperbolehkan mengecek ponsel selama sedang berkumpul, kecuali ada panggilan telepon darurat. Atau diperbolehkan membuka ponsel setiap 1-2 jam sekali saja. Kalau ada yang melanggar maka dia harus dikenakan denda, misalnya. Cara ini juga bisa diterapkan untuk mengatasi kecanduan menggunakan gadget.

Masukkan agenda 'bermain' atau kegiatan fisik
Perlu diketahui, ketergantungan pada gadget muncul karena adanya rasa bosan atau pengguna tidak memiliki aktivitas lain. Karena itu kumpul-kumpul dengan teman tidak melulu harus nongkrong di cafe atau restauran, tidak semua orang suka nongkrong.

Solusinya, kamu bisa mengajak teman atau keluargamu untuk kumpul di tempat terbuka. Misalnya olahraga bersama, bermain flying fox, naik gunung atau melakukan kegiatan fisik lainnya yang kalian sukai. Dengan bergerak, selain bisa berkumpul menghabiskan waktu yang berkualitas, tubuh juga menjadi sehat.

Matikan notifikasi
Tips lainnya agar acara kumpul tidak terganggu ponsel adalah matikan notifikasi. Bunyi notifikasi dari ponsel secara psikologis dapat mengganggu perhatian. Sebab kita jadi penasaran untuk membaca pesan yang masuk.

Semoga bermanfaat. (jsn/rou)
Klik di sini untuk mengirimkan pertanyaan yang ingin dikonsultasikan dengan kami. Konsultasi seputar gadget, fotografi, internet security dan cyberlife.
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed