BERITA TERBARU
KONSULTASI CYBERLIFE
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum adalah seorang mantan jurnalis, ia pernah bekerja di beberapa media online besar di Indonesia sejak awal 2005 hingga akhir 2015. Sejak 2008, Dewi yang suka travelling ini juga aktif membantu kampanye program Internet Sehat yang digagas oleh ICT Watch.

Dewi dapat dihubungi via email dew.ningrum[at]gmail.com atau blogwww.dewningrum.com
Selasa, 18 Apr 2017 10:32 WIB

KlinikINET

Cara Menyikapi Anak yang Ogah Lepas dari Gadget

Konsultan: Dewi Widya Ningrum - detikInet
Foto: GettyImages/Matthew Lloyd Foto: GettyImages/Matthew Lloyd
Jakarta - Saya punya anak 5 tahun, memang salah saya ketika anak tidak bisa diam. Saya berikan gadget karena ada game dan hasilnya pun dia anteng tapi lama kelamaan anak ini selalu minta gadget. Jika diminta lagi malah uring-uringan dan marah. Bagaimana menyikapi anak yang tidak mau lepas dari gadget?

Jawaban:

Gadget adalah teknologi yang bagaikan pisau bermata dua. Jika salah menggunakannya, maka bisa mencelakai diri anak. Perlu diketahui semakin canggih gadget yang diberikan, semakin tinggi pula resiko anak akan terpapar konten negatif.

Karena itu, dibutuhkan tanggung jawab yang ekstra baik dari kedua belah pihak -- orangtua selaku yang memberikan gadget maupun anak selaku yang memakainya. Orangtua yang memberikan gadget kepada anak hanya karena alasan agar anak tidak rewel, tanpa mendampingi dan membekali anak dengan literasi digital, itu sama saja mereka menjerumuskan anak ke berbagai ancaman berbahaya.

Perlu dipahami, tidak ada satupun teknologi yang dapat menggantikan peran orangtua. Yang perlu Anda lakukan sekarang adalah menjadi lebih peduli pada aktivitas anak dengan gadgetnya.

Buat Aturan

Untuk anak yang baru berusia 5 tahun, seharusnya waktu mereka dibatasi dalam menggunakan gadget. Buatlah aturan berapa jam dalam sehari dia boleh bermain game di gadget, dan diskusikan tentang alasannya dengan anak Anda.

Pada awalnya anak mungkin akan berontak dan marah-marah jika ia dibatasi bermain gadget. Namun Anda harus konsisten menjalankan aturan yang telah dibuat. Lama kelamaan anak akan terbiasa dengan aturan tersebut.

Lalu, tanamkan pemahaman sejak dini mengenai penyalahgunaan gadget dan resikonya. Orangtua dan anak harus memahami tentang apa saja hal-hal negatif yang mungkin muncul dari penggunaan gadget, seperti sexting, foto vulgar hingga soal kecanduan game, dan bagaimana cara menghindari atau mencegahnya.

Komunikasi Sangat Penting

Jadilah teman bagi anak, bukan orangtua yang ditakuti sehingga anak enggan terbuka dengan Anda. Tekankan kepada anak untuk selalu mengkomunikasikan kepada orangtua jika ada hal-hal yang membuatnya tidak nyaman ketika menggunakan gadget. Sebaliknya, orangtua juga harus peka terhadap perubahan perilaku anak jika dirasa ada yang aneh.

Anak rewel merupakan salah satu pertanda bahwa ia mungkin bosan dengan aktivitasnya dan meminta perhatian Anda. Jadi game di gadget adalah salah satu cara yang dianggapnya dapat menghibur.

Untuk mengalihkan perhatiannya agar tidak bermain game terus-terusan, cobalah ajak anak beraktivitas di luar ruangan. Misalnya berenang, bermain bola di halaman dan kegiatan fisik lainnya. Jadi dengan kata lain, alihkan energi anak ke aktivitas fisik.

Pasang Software Parental Control

Jika diperlukan Anda bisa menginstal software parental control di gadget tersebut. Tujuannya untuk memantau aktivitas apa saja yang dilakukan anak di gadget tersebut. Dengan software ini Anda juga bisa mengatur berapa jam anak boleh internet-an, situs apa saja yang diakses dan sebagainya.

Namun ingat, software ini hanyalah alat bantu, tidak bisa menjamin 100% anak terhindari dari konten negatif. Peran orangtua dalam mengawasi anak dan berkomunikasi secara langsung tetap yang utama. (fyk/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed