BERITA TERBARU
KONSULTASI CYBERLIFE
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum
Dewi Widya Ningrum adalah seorang mantan jurnalis, ia pernah bekerja di beberapa media online besar di Indonesia sejak awal 2005 hingga akhir 2015. Sejak 2008, Dewi yang suka travelling ini juga aktif membantu kampanye program Internet Sehat yang digagas oleh ICT Watch.

Dewi dapat dihubungi via email dew.ningrum[at]gmail.com atau blogwww.dewningrum.com
Senin, 01 Agu 2016 14:36 WIB

KlinikINET

Duh Pusing! Anak Sering Lupa Waktu dengan Gadget

Konsultan: Dewi Widya Ningrum - detikInet
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Anak saya suka lupa waktu kalau online dan bermain gadget. Kalau dilarang dia marah lalu menangis. Bagaimana ya cara mengaturnya? (naj)

Jawaban:

Jangan khawatir, apa yang Anda hadapi juga dialami oleh orangtua lainnya. Banyak orangtua yang mengkhawatirkan kebiasaan online anak-anak mereka. Orangtua takut anak mereka jadi lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengakses internet dan bermain gadget.

Idealnya, anak-anak keluar bermain-main di halaman atau lapangan, memanjat pohon, bermain petak umpet atau game ular tangga saat libur, bukannya bermain smartphone atau tablet seharian. Namun di era internet, kegiatan itulah yang banyak diinginkan oleh anak-anak.

Sebenarnya, ada banyak tool edukasi yang bermanfaat buat anak yang bisa didapat di internet, tapi memang harus ada kesepakatan yang jelas tentang batas waktu menggunakan internet. Lalu bagaimana cara mengatur waktu, kapan anak boleh online dan berapa lama? Bagaimanapun, anak akan berontak atau ngambek saat ia dilarang mengakses gadget dan internet. Karena itu cobalah gunakan pendekatan yang realistis dan tidak mengekang.

1. Buat beberapa aturan

Ini tergantung dari berapa usia anak Anda. Buatlah aturan yang masuk akal tentang berapa lama anak boleh bermain internet atau gadget dalam sehari. Ada baiknya Anda mendiskusikannya pada saat semua anggota keluarga sedang berkumpul santai. Tanyakan apa rencana mereka saat weekend atau libur, lalu sampaikan aturan tentang batas waktu berinternet tersebut. Mereka cenderung akan mendengarkan. Selain itu, jelaskan kenapa Anda harus membuat aturan tersebut, tekankan bahwa aturan itu bukan untuk mengekang kebebasan mereka.

Menurut perusahaan riset Harris Interactive, seperempat remaja (24 persen) akan terkejut, satu dari lima remaja (19 persen) akan merasa sakit hati dan 34 persen akan merasa tersinggung jika ibu mereka melacak apa yang mereka lakukan di internet tanpa sepengetahuan atau izin mereka. Karena itu, jangan sampai anak menganggap Anda sebagai mata-mata, posisikan diri Anda sebagai teman agar mereka selalu terbuka dengan kegiatan online mereka.

2. Pertahankan sikap

Setelah aturan ditetapkan, pertahankan sikap Anda. Pada awalnya anak mungkin akan menguji Anda dengan cara melanggar peraturan yang dibuat, tetapi itu tak akan berlangsung lama dan akan segera normal jika Anda tetap mempertahankan sikap. Lambat laun mereka akan menghargai aturan.

3. Gunakan alat manajemen waktu

Agak sulit jika kita harus memantau aktivitas anak berinternet secara langsung setiap harinya, mengingat Anda juga punya kegiatan lain. Sebagai alat bantu, Anda bisa menggunakan software parental control, contohnya Qustodio, K9 Web Protection, Net Nanny dan sebagainya. Dengan software ini Anda bisa dengan mudah melacak aktivitas anak Anda di internet, memfilter konten tertentu dan mengatur waktu akses internet. Anda juga bisa mendapatkan laporan penggunaan internet Anda anak secara remote atau mengubah pengaturan profile.

Namun ingat, software tersebut hanyalah alat bantu. Peran orangtua tetap yang paling utama dalam mengawasi dan menjaga agar anak aman berselancar di dunia maya. (jsn/ash)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed