Stop Cyber Bullying! Ini Caranya

KlinikINET

Stop Cyber Bullying! Ini Caranya

Konsultan: Dewi Widya Ningrum - detikInet
Jumat, 26 Feb 2016 11:39 WIB
Foto: thinkstock
Jakarta - Teman saya di-bullying di media sosial oleh teman-teman sekolah. Saya kasihan melihatnya, dia sekarang menjadi murung di kelas. Apa yang harus saya lakukan? (Aprilia)

Jawaban:

Tidak sedikit anak yang menjadi korban pelecehan di internet, atau yang dikenal dengan istilah cyber bullying. Kebanyakan menimpa anak-anak dan remaja. Medianya bisa lewat telepon seluler atau online seperti email, instant messaging, blog, situs jejaring sosial, atau halaman web yang dibuat untuk mempermalukan dan mengintimidasi anak.

Bentuk cyber bullying bermacam-macam. Ada yang menyebarkan foto-foto yang memalukan, pelecehan seksual, menebar isu-isu palsu, hingga ancaman yang berujung ke tindakan pemerasan.

Korban cyber bullying tidak bisa dianggap remeh. Salah satu tandanya korban akan menarik diri dari teman atau lingkungan, emosi berubah drastis atau korban menunjukkan tanda-tanda depresi yang tidak biasa. Beberapa kasus di luar negeri, korban cyber bullying bahkan banyak yang berakhir dengan bunuh diri.

Jika kamu melihat tanda-tanda yang tidak biasa pada temanmu, sudah sepatutnya kamu membantu temanmu yang menjadi korban cyber bullying. Caranya sebagai berikut:

- Mintalah temanmu untuk menyimpan atau mencetak bukti-bukti cyber bullying tersebut. Bukti-bukti ini nantinya bisa dijadikan sebagai barang bukti saat melapor ke pihak-pihak yang bisa membantu.

- Cari tahu pelaku cyber bullying tersebut, lalu minta ia untuk menghentikan segera aksinya.

- Segera blokir akun si pelaku jika bullying dilakukan di media internet.

- Jangan terpancing untuk merespons aksi cyber bullying tersebut. Perlu diketahui bahwa pelaku cyber bullying kerap menunggu-nunggu reaksi korbannya. Jika Anda membalas aksi cyber bullying tersebut, itu sama saja Anda ikut menjadi pelaku dan menyuburkan aksi cyber bullying.

 - Jika tidak berhasil, hubungi orangtua pelaku cyber bullying. Ceritakan dengan jelas apa yang telah terjadi, dan tunjukkan bukti-buktinya. Kalau perlu katakan bahwa kamu akan mengambil langkah hukum jika aksi cyber bullying tersebut tidak dihentikan.

- Laporkan kepada guru dan kepala sekolah mengenai aksi cyber bullying tersebut, agar pihak sekolah dapat mengambil langkah protektif untuk menghentikannya.

- Jika aksi cyber bullying tersebut sudah mengarah ke tindak kekerasan, seksual atau pemerasan, jangan takut untuk melaporkannya ke kepolisian.  

Satu lagi pedoman berteman di dunia maya yang harus diterapkan adalah berperilaku sopan. Pertemanan di dunia maya sebenarnya hampir sama dengan di dunia nyata, yang membedakan hanya medianya. Karena itu kita juga harus bersikap santun dan tidak menjelek-jelekkan orang lain. Membicarakan orang lain, bergosip atau memfitnah akan meningkatkan risiko seseorang menjadi korban cyber bullying. (jsn/ash)