Tips Aman Belanja Online

KlinikINET

Tips Aman Belanja Online

Konsultan: Dewi Widya Ningrum - detikInet
Senin, 15 Feb 2016 14:46 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Saya belum pernah belanja online. Soalnya saya khawatir kena tipu kak. Teman saya ada yang pernah tertipu saat belanja online. Sebenarnya aman gak sih berbelanja online? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar gak tertipu? (Della)

Jawaban:

Belanja online saat ini memang sedang menjadi tren di kalangan pengguna internet. Kita nggak harus repot pergi keluar untuk mencari barang yang diinginkan, nggak perlu bermacet-macet ria dan antre saat membayar di kasir. Kita juga bisa membandingkan harga dengan mudah di setiap website sehingga lebih menghemat waktu karena nggak perlu mendatangi toko satu persatu.

Namun, di balik kenyamanan yang ditawarkan, belanja online juga tak luput dari ancaman keamanan, seperti email phishing berisi attachment dan URL berbahaya, masalah keamanan bertransaksi di situs yang tidak aman hingga masalah pencurian data-data pribadi.

Karena itu, kita tetap harus berhati-hati saat berbelanja online. Berikut ada sejumlah tips umum yang bisa dijadikan panduan agar Anda dapat melakukan belanja online aman.

Tips umum:
- Jangan mengirim detail kartu kredit Anda melalui email, atau mempostingnya di media sosial, atau memasukkan data kartu kredit di situs yang tidak aman.

- Saat akan melakukan transaksi, Anda biasanya akan diminta untuk melengkapi data-data. Jangan memberikan informasi lebih dari yang dibutuhkan. Penjual umumnya tidak perlu tahu rincian data seperti tanggal lahir dan info pribadi lainnya, jadi mengapa mengungkapkannya jika memang tidak perlu?

- Periksa alamat fisik dan kontak detail si penjual, seperti nomor telepon dan alamat toko fisiknya sebelum memutuskan untuk membeli. Bagi yang newbie dan masih ragu soal keamanan berbelanja online, Anda bisa mencobanya dulu dengan belanja barang yang harganya murah.

- Jika belum yakin dengan keamanan transaksi pembayaran online, pada saat pembayaran Anda bisa mencobanya dulu dari ATM dengan mengirim uang ke rekening yang sudah ditentukan. Atau jika ada, Anda bisa memilih COD (Cash on Delivery) alias membayar langsung di tempat setelah barang diterima.

- Jangan lupa logout dari akun Anda setelah melakukan transaksi pembelian.

PC atau Perangkat Mobile Harus Up to date

Sistem operasi perangkat Anda harus di-update secara teratur, begitu pula dengan aplikasi dan browser yang digunakan harus tetap up to date dengan versi terbaru. Ini penting karena hacker bisa memanfaatkan celah yang ada di perangkat Anda untuk melancarkan aksi jahatnya seperti mencuri informasi data perbankan dan sebagainya.

Sangat dianjurkan menggunakan antivirus dan men-scan perangkat Anda secara teratur untuk membantu menghindari komputer Anda terinfeksi spyware seperti keylogger (program mata-mata yang diinstal di komputer secara remote oleh hacker, sehingga data-data yang Anda ketikkan di komputer dapat terbaca oleh program tersebut).

Yang tak kalah penting, gunakanlah password yang unik dan kuat -- yang terdiri dari kombinasi huruf besar, kecil, angka dan simbol, jangan pakai password yang mudah ditebak. Ubah password Anda secara rutin secara berkala.

Hindari WiFi/Komputer Publik

Hindari menggunakan WiFi atau komputer publik saat berbelanja online, ini termasuk PC di perpustakaan atau bandara. Jika Anda terpaksa harus melakukan transaksi saat berada di luar, daripada menggunakan WiFi publik, pakailah layanan data internet yang ada pada perangkat seluler Anda.

Jangan pernah bertransaksi online di jaringan wireless yang tidak aman karena hacker dapat mengakses informasi pembayaran Anda jika jaringan tersebut tidak terlindungi.

Untuk meminimalisir spam, jika perlu, buatlah akun email khusus yang dipakai untuk keperluan belanja online saja. Atau jika menggunakan email utama Anda, buatlah filter agar semua email e-commerce dikelompokkan ke label yang sama.

Pastikan juga bahwa situs e-commerce tersebut menggunakan koneksi yang aman, biasanya ditandai dengan https:// di bagian bar browser, serta ikon gembok. Beberapa situs memiliki ikon gembok sebagai indikator terpercaya atau segel keamanan yang menunjukkan bahwa website tersebut telah diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga, seperti penyedia antivirus.

Cek Penjual

Pastikan untuk memeriksa kredebilitas si penjual barang terlebih dulu, apalagi jika si penjual tidak pernah Anda kenal sebelumnya. Cek websitenya dan ulasan (review) tentang pelayanan mereka, jika banyak review bernada negatif sebaiknya jangan berbelanja di situs tersebut.

Anda juga patut curiga jika ulasannya terlalu bagus karena praktek seperti ini banyak juga dilakukan agar calon pembeli percaya dan mau berbelanja di tempat mereka.

Pastikan si penjual memiliki alamat dan nomor telepon. Jika ragu, hubungi nomor telepon tersebut untuk mengecek apakah memang ada perwakilannya.

Periksa pula informasi lainnya seperti berapa lama toko tersebut sudah menjalankan bisnis, kebijakan pelayanan pelanggannya seperti apa, apakah mereka memberikan garansi atau pengembalian (return) jika barang yang diterima rusak. Baca baik-baik kebijakan return dan kebijakan lainnya seperti apa sehingga Anda tahu apa yang dilakukan jika pembelian tidak berjalan sesuai rencana.

Semoga bermanfaat...
(jsn/ash)