Dilema Saat Anak Merengek Minta Smartphone

KlinikINET

Dilema Saat Anak Merengek Minta Smartphone

Penulis: Dewi Widya Ningrum - detikInet
Rabu, 10 Feb 2016 11:16 WIB
Foto: GettyImages/Sean Gallup
Jakarta - Saya orang tua yang sibuk bekerja. Anak saya masih kecil dan sudah mulai sekolah, dia minta dibelikan smartphone karena teman-temannya banyak yang pakai smartphone. Namun saya khawatir anak saya jadi terpapar hal-hal negatif atau jadi malas belajar karena keasyikan main smartphone. Bagaimana sebaiknya ya? (Ditha)

Jawaban:

Tak bisa dipungkiri, smartphone kini menjadi barang yang sudah tidak asing lagi dipakai di kehidupan sehari-hari. Bahkan kalau kita perhatikan, banyak sekali anak kecil yang membawa smartphone ke sekolah.

Sebagai orangtua, kita mungkin dilema saat anak meminta dibelikan smartphone. Namun kita juga tidak bisa melarang anak menggunakan ponsel pintar tersebut. Cepat atau lambat mereka akan mengaksesnya. Kuncinya tergantung dari pengawasan Anda.

Selama pemakaiannya berada dalam pengawasan, anak-anak umur tiga atau empat tahun pun sebenarnya boleh saja menggunakan smartphone atau tablet untuk kegiatan belajar. Namun jika tidak ada yang mengawasi, tidak disarankan untuk membekali putra-putri kecil Anda dengan smartphone ataupun tablet.

Perlu diketahui, smartphone merupakan sebuah ponsel berteknologi canggih yang berjalan di atas sistem operasi tertentu. Dengan gadget ini pengguna bisa menelepon, mengirimkan email, bermain video game, menjelajahi dunia maya bahkan mengambil foto dan merekam video berkualitas tinggi. Jadi bayangkan jika mereka mengakses konten-konten negatif atau kekerasan dari ponsel tersebut. Tanpa pengawasan yang baik, mereka bisa 'tersesat' di dunia maya.

Alasan orangtua membelikan anaknya sebuah ponsel terkadang simpel, agar bisa berkomunikasi dengan anak. Apalagi sekarang banyak kasus pencurian anak. Ponsel diharapkan dapat membantu orangtua untuk memantau keberadaan anaknya. Tidak ada yang salah dengan ini.

Sebagai langkah awal Anda bisa membekali mereka dengan feature phone. Ponsel jenis ini fiturnya tidak selengkap smartphone. Biasanya hanya memiliki kemampuan mengirim/menerima SMS dan melakukan panggilan. Anda bisa memberikan feature phone ini kepada anak sebagai langkah awal, sebelum nantinya memberikan smartphone jika dirasa ia sudah cukup bisa menggunakannya.

Batasi Waktu Penggunaan

Jika anak Anda sudah menggunakan smartphone, sebaiknya buatlah perjanjian dengannya mengenai waktu penggunaannya.  Misalnya, dalam sehari hanya boleh 2 jam saja untuk bermain game di smartphone.

Tapi jika smartphone tersebut digunakan untuk produktivitas, Anda boleh menambah waktunya. Jika anak Anda sudah beranjak remaja, Anda dapat memberikannya kebebasan memakai smartphone atau tablet secara bertahap. Namun ia harus membuktikan bahwa ia bisa bertanggung jawab.

Sebagai orangtua, Anda harus terlibat langsung mengawasi anak saat memakai gadget. Jelaskan aplikasi apa saja yang bermanfaat untuk dia, tanyakan tentang game apa yang ia mainkan. Bagaimanapun, orangtua adalah 'model' yang dicontoh anak.

Jika Anda sendiri sibuk berkutat dengan gadget saat di rumah, anak pun akan menirunya. Anda harus tahu kapan waktunya mematikan gadget dan menghabiskan waktu secara real dengan anak-anak.

Jika anak Anda sudah melampaui batasan yang ditetapkan, perketat lagi aturannya. Berdiskusilah dengannya secara hati-hati dan terangkan dengan baik mengapa aturan tersebut direvisi, termasuk mengapa Anda membatasinya memakai smartphone.

Parental Control

Apapun gadget yang digunakan, konten yang diakses anak harus diperhatikan. Karena itu orangtua harus tahu mana konten yang bersifat hiburan dan untuk pendidikan. Ada banyak aplikasi pendidikan yang bermanfaat seperti game edukasi untuk anak.

Batasi aplikasi apa saja yang boleh dipakai, dampingi sang anak ketika mereka men-download aplikasi atau berinternet di smartphone. Untuk membatasi penggunaan ini Anda bisa menggunakan aplikasi Parental Control. Dengan aplikasi ini Anda dapat mengatur aplikasi apa saja yang bisa diakses anak dan waktu untuk berinternet.

Tak Sembarangan Membagi Foto

Ingatkan anak Anda agar tak sembarangan membagi data diri dan foto ke orang lain melalui smartphone di media sosial, khususnya jika foto tersebut tidak selayaknya dilihat publik. Di Indonesia tak sedikit kasus cyberbullying yang sudah menimpa anak remaja. Ada yang foto seksinya disebar di internet setelah putus dari pacarnya dan sebagainya.

Jika anak Anda hobi mengambil foto, coba minta dia untuk memotret serangga dengan smartphonenya, lalu Anda online bersama-sama untuk mencari info lebih lanjut tentang serangga yang ia foto.

Ingat, ketika Anda membekali anak dengan smartphone, ini berarti Anda membukakan pintu bagi mereka untuk produktif dan berkomunikasi dengan dunia luar. Mereka bisa mengirim SMS, foto, dan video dan mendistribusikannya ke internet. Mereka bisa mem-broadcast status dan lokasi mereka. Mereka bisa men-download apapun dari internet. Pengawasan orangtua tetap diperlukan. (ash/ash)