Fanatisme Gadget yang Membabi Buta

Klinik Cyberlife

Fanatisme Gadget yang Membabi Buta

- detikInet
Senin, 18 Jun 2012 11:10 WIB
ilustrasi
Jakarta - Saya suka membaca komentar-komentar terutama komentar pembaca di detikINET mengenai pemberitaan seputar gadget. Dimana para komentar saling menghujat demi membela ponsel si user. Apakah ini termasuk fanatik terhadap gadget? Bagaimana menanggapi seseorang yang terlalu fanatik gadget?

(Nona, 20th, Wanita)

Jawaban :

Fanatisme memang sesuatu yang wajar, untuk banyak hal. Jika diolah sedemikian rupa, fanatisme dapat mendorong adanya perubahan ke arah yang lebih baik, bagi banyak orang. Yang kemudian menjadi masalah adalah jika fanatisme itu lantas dilakoni dengan buta.

Fanatisme yang berlebihan, dapat berujung pada peniadaan nilai ataupun eksistensi pihak hal lain. Saling menghujat pihak atau produk lain karena membela atau meyakini bahwa diri kita atau pilihan kita yang paling benar, adalah tak pada tempatnya.

Bisa jadi memang seseorang menjadi fanatik terhadap sebuah teknologi/gadget, dan kemudian menutup mata dengan alternatif yang ada. Tetapi menjadi kurang bijak jika kemudian orang tersebut lantas melontarkan kecaman ataupun hujatan atas alternatif lain tersebut.

Lalu bagaimana kita mengatasi atau menanggapi seseorang yang fanatik terhadap gadget? Mudah saja, pertama kali adalah bantu ingatkan mereka bahwa jika kita ingin pilihan kita dihargai, maka hargai pula pilihan orang lain. Toh, teknologi tak ada yang sempurna dan menjadi lebih baik untuk segala hal daripada alternatifnya.

Jika yang pertama ini tidak mempan maka hal yang paling mudah adalah mengabaikannya. Biarkan mereka yang gemar menghujat tersebut bermain dengan kata-katanya sendiri.


(jsn/ash)