Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Studio Game Legendaris Ini Dibubarkan, Puluhan Pegawai Kena PHK

Studio Game Legendaris Ini Dibubarkan, Puluhan Pegawai Kena PHK


Anggoro Suryo Jati - detikInet

Studio Game BioWare
Foto: Dok. BioWare
Jakarta -

Kabar duka menyelimuti industri game global. BioWare, studio game legendaris di balik waralaba RPG raksasa seperti Mass Effect, Dragon Age, hingga Star Wars: Knights of the Old Republic, resmi dibubarkan oleh induk perusahaannya, Electronic Arts (EA).

Penutupan studio yang telah berdiri selama lebih dari tiga dekade ini juga berdampak langsung pada penghentian proyek game Mass Effect terbaru yang sebelumnya berada dalam tahap pengembangan awal.

Gelombang PHK dan Imbas Akuisisi Raksasa

Langkah drastis ini dibarengi dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 400 karyawan di lingkup EA, di mana sekitar 50 staf di antaranya berasal dari studio BioWare.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Keputusan pahit ini diambil setelah EA resmi beralih menjadi perusahaan tertutup (go private) usai diakuisisi oleh konsorsium investor yang dipimpin oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, Silver Lake, dan Affinity Partners dalam kesepakatan jumbo senilai USD 55 miliar (sekitar Rp 850 triliun) pada Agustus 2026 lalu.

Lewat pengumuman internal perusahaan, EA membenarkan penutupan studio dan fasilitas BioWare di Edmonton. Kendati pengerjaan game terbarunya dihentikan, laporan dari IGN mengonfirmasi bahwa proyek serial TV Mass Effect yang digarap bersama Amazon MGM Studios masih tetap berjalan.

Akhir Perjalanan Studio RPG Legendaris

Didirikan lebih dari 30 tahun lalu, BioWare diakui sebagai salah satu pengembang yang membentuk dan mendefinisikan standar genre role-playing game (RPG). Portofolio karyanya mencakup deretan judul legendaris seperti Baldur's Gate, Neverwinter Nights, Star Wars: Knights of the Old Republic, Mass Effect, hingga Dragon Age.

Namun, performa BioWare terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir:

  • Mass Effect: Andromeda (2017): Dinilai gagal memenuhi ekspektasi tinggi para penggemar.
  • Anthem (2019): Taruhan besar pada format live-service yang berakhir tidak sesuai harapan.
  • Dragon Age: The Veilguard (2025): Angka penjualan yang meleset dari target hingga memicu efisiensi tenaga kerja.

Roadmap Baru EA: Kolaborasi Respawn-DICE hingga Revival 'Fight Night'

Bersamaan dengan pembubaran BioWare, pimpinan EA, Cam Weber dan David Tinson, mengumumkan penyesuaian peta jalan (roadmap) bisnis perusahaan guna memfokuskan investasi pada waralaba dengan potensi pertumbuhan terbesar:

  • Kolaborasi Respawn & DICE: Kedua studio besar ini akan bekerja sama menggarap proyek game shooter baru yang disinyalir kuat merupakan seri Star Wars: Battlefront terbaru.
  • Proyek Aksi-Petualangan: EA tetap melanjutkan pengembangan game Marvel's Iron Man dan judul terbaru dari seri Star Wars Jedi.
  • Ekspansi EA Sports: Mengembangkan Project Gridiron (game American Football berkonsep social-first open-world) serta memulai tahap pra-produksi untuk menghidupkan kembali waralaba game tinju favorit penggemar, Fight Night.
  • The Sims & skate.: EA menunda pengembangan Project Lotus demi memfokuskan sumber daya pada Project Evergreen (The Sims). Sementara untuk game skate., EA melakukan restrukturisasi dengan membentuk tim yang lebih kecil dan fokus.

"BioWare adalah studio legendaris yang membantu mendefinisikan genre RPG, dan kami tidak mengambil keputusan ini secara ringan," ungkap manajemen EA dalam pengumumannya, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (23/10/2026).



(asj/asj)




Hide Ads