Microsoft resmi mengumumkan fitur disc-to-digital yang memungkinkan pemain Xbox mengubah kaset fisik mereka menjadi salinan digital. Fitur yang dirancang untuk memperluas fleksibilitas dan pelestarian game ini akan mulai diuji coba secara eksklusif bagi program Xbox Insiders pada 31 Agustus 2026.
Cara Kerja Fitur Disc-to-Digital Xbox
- Klaim Instan: Pengguna cukup memasukkan cakram (disc) game Xbox One atau Xbox Series X yang didukung ke dalam konsol, lalu jalankan permainannya. Konsol akan mengklaim salinan digitalnya secara otomatis tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan atau memasukkan kode khusus.
- Benefit Lintas Platform: Setelah diklaim, game tersebut akan mendapatkan fasilitas digital penuh. Pemain bisa menikmati dukungan Xbox Play Anywhere untuk memainkannya secara langsung di PC Windows, atau melakukan streaming melalui layanan Xbox Cloud Gaming.
- Fisik Tetap Berfungsi: Kaset fisik yang sudah diklaim lisensi digitalnya tidak akan hangus atau terkunci. Cakram tersebut tetap bisa dimainkan secara normal layaknya kepingan fisik biasa.
- Sistem Lisensi Berpindah: Lisensi digital ini bersifat satu lisensi per cakram dan mengikuti kepingan fisiknya, bukan melekat permanen pada satu akun Microsoft. Artinya, jika kaset tersebut dijual, dibarter, atau dipinjamkan ke teman, hak lisensi digital di akun sebelumnya akan dicabut dan berpindah ke pemilik konsol baru. Sistem ini menutup celah bagi pemain yang ingin membangun perpustakaan game tak terbatas dari kaset pinjaman.
VP of Next Generation Xbox, Jason Roland, menegaskan bahwa ribuan judul game Xbox One dan Xbox Series X langsung didukung sejak peluncuran awal fitur ini.
Langkah pro-konsumen ini disebut sebagai bagian dari komitmen besar Microsoft terhadap pelestarian game di tengah pesatnya pergeseran tren distribusi, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (1/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Strategi Halus Transisi Menuju Era 'All-Digital'
Kebijakan Microsoft ini menjadi sorotan tajam karena sangat kontras dengan langkah rivalnya, Sony. Pada musim panas ini, Sony sempat memicu amarah besar para penggemarnya usai mengumumkan rencana menyetop total produksi kaset game fisik PlayStation mulai tahun 2028.
Sony berdalih bahwa permintaan pasar digital sudah jauh meninggalkan angka penjualan fisik, sehingga kebijakan baru tersebut dinilai lebih sejalan dengan tren komunitas.
Hingga saat ini, Microsoft masih bungkam terkait kepastian nasib lini kaset fisik pihak pertama mereka di masa depan. Meski inisiatif disc-to-digital ini terlihat memprioritaskan kepentingan konsumen, banyak pihak meyakini bahwa Xbox pada akhirnya akan tetap mengikuti jejak Sony menuju ekosistem distribusi yang sepenuhnya digital.
Fitur ini tampaknya diposisikan sebagai jembatan transisi halus untuk membiasakan para gamer sebelum pabrikan konsol benar-benar menghilangkan laci cakram di generasi perangkat keras keras mendatang. Bagi publik di luar program Insider, jadwal peluncuran penuh fitur ini masih menjadi misteri.

