Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Activision Berburu Penjual Cheat Call of Duty, Wajahnya Dipajang di Medsos

Activision Berburu Penjual Cheat Call of Duty, Wajahnya Dipajang di Medsos


Anggoro Suryo Jati - detikInet

500.000 Akun Curang Mendapatkan Hukuman Banned di Call of Duty: Warzone
Foto: (callofduty.com)
Jakarta -

Activision kembali membuktikan bahwa mereka tidak main-main dalam memerangi pembuat cheat di ekosistem Call of Duty. Raksasa game ini baru saja mengunggah video yang memperlihatkan proses penyerahan surat somasi (cease-and-desist) secara langsung ke rumah seorang penjual cheat kelas kakap bernama Elocarry.

Dalam video berdurasi satu menit yang dipublikasikan di akun resmi Call of Duty, seorang perwakilan hukum Activision merekam momen saat ia mendatangi kediaman Elocarry di Ohio, Amerika Serikat. Meski sang penjual cheat tampak menerima dokumen tersebut dengan tenang di depan pintu, masa depan bisnis ilegalnya kini dipastikan berada di ujung tanduk.

Jualan Cheat Berujung Petaka

Situs web milik Elocarry diketahui secara terang-terangan menjajakan program ilegal seperti aimbot dan ESP (extrasensory perception) untuk berbagai game populer, termasuk Rust, Apex Legends, Marvel Rivals, hingga ARC Raiders.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Khusus untuk Call of Duty: Black Ops 7 dan Warzone, ia menjual paket cheat yang sesumbar diklaim kebal dari deteksi sistem keamanan Ricochet. Paket tersebut dijual dengan harga langganan mencapai USD 108 (sekitar Rp 1,6 juta) untuk durasi tiga bulan.

Buntut dari aksi penggerebekan hukum ini terbukti instan. Melalui platform X, Activision membagikan tangkapan layar dari saluran Discord resmi Elocarry yang mengonfirmasi bahwa seluruh penjualan produk cheat Call of Duty milik mereka telah dihentikan sementara waktu.

Rekam Jejak Activision Membasmi Hacker

Langkah ini menambah daftar panjang aksi agresif Activision dalam menyeret para peretas ke meja hijau:

  • Operasi Masif Global: Activision mengklaim telah menggagalkan lebih dari 375 operasi pengecer cheat, melayangkan lebih dari 80 tuntutan somasi, dan menutup paksa sedikitnya 30 vendor ilegal.
  • Denda Triliunan Rupiah: Ancaman pengadilan Activision bukan gertak sambal. Pada 2024, hakim di California menjatuhkan denda ganti rugi sebesar USD 14,5 juta (sekitar Rp 223 miliar) kepada EngineOwning, produsen cheat Call of Duty lainnya. EngineOwning juga dipaksa membayar biaya pengacara dan menyerahkan kepemilikan situs webnya.
  • Hukuman Unik Ricochet: Lewat sistem anti-cheat tingkat kernel bernama Ricochet yang diluncurkan pada 2021, Activision kerap memberikan hukuman "troll" bagi para peretas di dalam game. Hukuman ini mulai dari membuat pemain biasa tak terlihat di layar cheater, melucuti senjata cheater di tengah pertempuran, hingga memunculkan kloningan pemain palsu sebagai umpan.



(asj/rns)




Hide Ads