Game mobile tak lagi terbatas di layar ponsel. PUBG Mobile membawa komunitas pemainnya langsung ke ruang publik kota lewat gelaran Friend Fest yang berlangsung serentak di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Melalui event ini, PUBG Mobile mencatatkan rekor Guinness World Record untuk kategori Most Pairs Performing a Choreographed Handshake (Multiple Venues). Sebanyak 392 peserta terlibat secara bersamaan di empat ruang publik ikonik, yakni Taman Lapangan Banteng di Jakarta, FiΕekhane di Istanbul, Guzeria Youth Center di Kairo, serta Fatima Jinnah Park di Islamabad.
Pemilihan taman kota dan pusat aktivitas publik tersebut menandai pergeseran pendekatan industri game mobile yang mulai keluar dari ranah digital murni. Aktivitas bermain dan komunitas kini dibawa langsung ke ruang terbuka yang biasa digunakan masyarakat untuk berinteraksi sehari-hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Jakarta, Friend Fest menjadi acara game mobile berskala besar pertama yang digelar di Taman Lapangan Banteng. Lokasi ini selama ini dikenal sebagai ruang publik multifungsi, mulai dari kegiatan budaya hingga olahraga. Kehadiran event game seluler di lokasi tersebut menunjukkan makin cairnya batas antara hiburan digital dan ruang kota.
Friend Fest sendiri berlangsung sejak 23 Januari hingga 16 Februari, menggabungkan aktivitas offline dengan pengalaman di dalam game. Selama periode ini, PUBG Mobile menghadirkan sejumlah fitur terbatas yang mendorong pemain untuk berinteraksi dan bekerja sama, bukan hanya bertanding.
Pendekatan ini juga memperlihatkan bagaimana pengembang game mobile membangun komunitas di luar kompetisi esports. Alih-alih fokus pada turnamen besar, PUBG Mobile menempatkan interaksi sosial sebagai inti acara, baik melalui aktivitas di taman kota, kafe, hingga ruang publik lainnya.
Fenomena ini mencerminkan perubahan peran game mobile di masyarakat perkotaan. Dari sekadar hiburan personal di ponsel, game kini hadir sebagai bagian dari aktivitas komunitas di ruang publik. Dengan membawa pemain ke taman kota dan ruang bersama, industri Game mobile mulai memposisikan diri sebagai bagian dari ekosistem sosial, bukan hanya produk digital.
(asj/fay)

