Perempuan Butuh Keadilan, Bukan Cuma Kesetaraan di Dunia Esports

Perempuan Butuh Keadilan, Bukan Cuma Kesetaraan di Dunia Esports

ADVERTISEMENT

IESF Bali 2022

Perempuan Butuh Keadilan, Bukan Cuma Kesetaraan di Dunia Esports

Panji Saputro - detikInet
Senin, 05 Des 2022 21:15 WIB
Ada yang menarik di pagelaran Indonesia Esports Summit 2022. Ada program seru Sunset Talk bertajuk Equity, menyuarakan keadilan bagai kaum wanita di esports.
Ada yang menarik di pagelaran Indonesia Esports Summit 2022. Ada program seru Sunset Talk bertajuk Equity, menyuarakan keadilan bagai kaum wanita di esports. (Foto: PBESI)
Jakarta -

Ada yang menarik di pagelaran Indonesia Esports Summit 2022. Di sini, ada program seru Sunset Talk bertajuk Equity, dimana menyuarakan sebuah keadilan bagai kaum wanita di dunia esports.

Pernyataan tersebut diserukan oleh figur-figur perempuan ternama, yang tergabung dalam Esports Sisterhood. Direktur PT Garudaku, Diana Sutrisno, mengatakan bahwa sangat penting melibatkan peran nyata wanita dalam seluruh aspek kehidupan.

"Equity yang kami serukan adalah sebuah keadilan. Bukan penyamarataan antara laki-laki dan perempuan. Perempuan dan laki-laki memiliki kebutuhan yang berbeda," kata Diana, berdasarkan informasi yang diterima detikINET, Senin (5/12/2022).

Diana mengungkapkan, agar bisa mengoptimalkan peran wanita, semua pihak diharapkan memberikan dukungan. Namun tak lupa, menyesuaikannya dengan kelebihan, dan karakteristik alami wanita yang tentunya berbeda bila dibandingkan pria.

Apa yang disampaikan oleh Diana pun disambung oleh Streamer dan Pro Player asal Indonesia, Sherlintsu dan Athlete Committee IESF asal Korea Selatan, Tiffani. Keduanya menegaskan bahwa wanita harus memperoleh kesempatan yang serupa di semua bidang.

Mereka pun sempat bercerita, bagaimana kehadirannya dipandang sebelah mata di ekosistem esports. Menurut pengakuannya, baik Sherlintsu atau Tiffani, tidak divalidasi ketika keduanya dalam satu tim dengan pria.

"Seolah kemenangan yang didapat tim semata-mata hanya hasil kerja keras para player pria. Sindiran seperti 'numpang menang' atau pernyataan seperti 'di-carry doang' juga sering didapat perempuan. Tak ayal, hal itu membuat perempuan merasa terdiskriminasi. Meski pada kenyataannya, mereka memiliki skill yang setara dengan pro player pria," kata Sherlintsu.

Acaranya pun ditutup oleh pernyataan dari Staf Khusus Kantor Kesekjenan Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI), Debora Imanuella. Menurutnya, sangat penting membuat wadah khusus yang akomodatif bagi wanita agar mampu berkompetisi, mengembangkan kompetensi, dan berprestasi di bidang esports.

Diskusi santai di tepi pantai Bali ini, memang terselenggara sebagai salah satu agenda dalam Indonesia Esports Summit 2022. Selain itu, juga ada panggung utama di kompetisi IESF 14th World Esports Championships Bali 2022.

Keseruannya diselenggarakan selama 10 hari, sejak tanggal 2-11 Desember mendatang. Ajang bergengsi yang digelar di Hotel Merusaka, Nusa Dua, ini menyajikan enam cabang game yang dipertandingkan, di antaranya CS:GO, PUBG Mobile, Mobile Legends: Bang-Bang, eFootball 2023, Dota 2, dan Tekken 7.

Tonton video "IESF WEC 2022 Hadirkan Kompetisi CS:GO Khusus Wanita" di sini:

[Gambas:Video 20detik]




(hps/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT