Tega! Akibat Anak Sering Top Up Game, Orang Tua Harus Jual Rumah

ADVERTISEMENT

Tega! Akibat Anak Sering Top Up Game, Orang Tua Harus Jual Rumah

Panji Saputro - detikInet
Kamis, 08 Sep 2022 09:46 WIB
CHIBA, JAPAN - SEPTEMBER 20:  A booth attendant plays a video game on a smartphone during the Tokyo Game Show 2018 on September 20, 2018 in Chiba, Japan. The Tokyo Game Show is held from September 20 to 23, 2018.  (Photo by Tomohiro Ohsumi/Getty Images)
Gegara Anak Sering Top Up Game, Orang Tua Harus Jual Rumah (Foto: Tomohiro Ohsumi/Getty Images)
Jakarta -

Seorang anak muda asal Chongqing, China, top up game secara berlebihan hingga 170 ribu yuan atau sekitar Rp 363 juta. Alhasil, orangnya tuanya harus jual rumah dan memutuskan untuk pindah.

Xiao Chen, anak laki-laki berusia 12 tahun, telah mencuri banyak uang tabungan orang tuanya selama satu tahun. Hal ini disadari tuan dan nyonya Chow pada tanggal 3 September lalu.

Ketika itu, nyonya Chow hendak pergi ke bank untuk menarik uang, dalam upaya melakukan pembayaran rutin cicilan rumahnya. Namun sungguh mengejutkan, dirinya malah mendapati sisa saldo di tabungannya tinggal sedikit, dilansir detikINET dari RV Game PC, Kamis (8/9/2022).

Sontak, ia pun bergegas meminta kepada pihak bank, untuk mencetak alur pengeluarannya. Nyonya Chow pun terkejut, dan menemukan bahwa banyak transaksi kecil selama satu tahun terakhir.

Disebutkan, sebagian besar dana yang mengucur ditujukan untuk pengeluaran terkait game. Nominalnya mulai dari sedikit hingga beberapa ribu yuan.

"Itu benar-benar terlalu banyak. Bahkan satu hari harus ada 13 kali aktivitas top up sebesar 588 yuan, lalu pada hari lainnya mencapai 3 ribu yuan," ungkap nona Chow.

Kemudian ia sadar, kalau putranya lah yang telah mencuri isi tabungannya. Hal ini mengingat, nyonya Chow sendiri memiliki tabungan yang tidak sedikit, dirinya mengaku setidaknya ada lebih dari 200 ribu yuan atau sekitar Rp 428 juta.

"Tetapi ketika saya menariknya, hanya ada beberapa ribu yuan saja," tambahnya.

Chen pun mengaku mengintegrasikan game yang dimainkannya, dengan akun Wechat di mana itu terhubung ke bank. Untuk kata sandi pembayarannya, anak ini mengaku mengetahui informasi rahasia tersebut saat ikut berbelanja dengan ibunya.

"Saya masih muda, jadi saya tidak tahu bahwa orang tua saya menghasilkan uang begitu keras. Saya tahu itu salah saya," sesal Chen.

Chen juga berharap, agar penerbit game, dapat mengembalikan uang yang sudah digelontorkannya. Hanya saja, baik penerbit maupun pengembang game, belum memberikan tanggapannya hingga saat ini.



Simak Video "Anak Top Up Game Online Rp 800 Ribu, Ortu Marahi Kasir Indomaret"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT