Kisah Penimbun PS5, Seminggu Bisa Raup Rp 560 Juta

Kisah Penimbun PS5, Seminggu Bisa Raup Rp 560 Juta

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 01 Des 2020 18:38 WIB
Pre-order PlaysStation 5 mulai dibuka. Warga di Hong Kong pun antusias mengantre demi mendapatkan PS5.
Antrean Warga Hong Kong Demi Mendapatkan PlayStation 5 (Foto: AP Photo/Kin Cheung)
Jakarta -

Peluncuran PlayStation 5 (PS5) diwarnai kelangkaan stok konsol tersebut di mana-mana karena diborong oleh penimbun, yang kemudian menjualnya kembali dengan harga berlipat ganda.

Salah satu penyebabnya adalah praktik penimbunan, seperti yang dilakukan oleh seseorang yang menyebut dirinya bernama Mark F. Ia mengaku sudah menimbun 221 PS5, yang kemudian menjualnya dengan harga jauh lebih tinggi dari harga yang dipatok oleh Sony.

Selama seminggu pertama, Mark mengaku bisa meraup keuntungan sebesar USD 40 ribu atau sekitar Rp 560 juta dari konsol yang tiap unitnya ia jual seharga USD 1000. Padahal, harga jual resmi PS5 hanya sekitar USD 500.

Jika nanti semua stok PS5 yang ia timbun laku, Mark bakal mengantongi keuntungan sebesar USD 100 ribu, dengan modalnya yang hanya USD 500 per unit, demikian dikutip detikINET dari Ubergizmo, Selasa (1/12/2020).

Bagaimana Mark bisa menimbun ratusan PS5 itu? Tak dijelaskan secara detail memang, namun yang jelas ia bisa membeli banyak PS5 dari penjualan secara online menggunakan bot.

Padahal, Sony sudah menerapkan aturan di mana konsumen hanya bisa membeli satu unit PS5. Namun tampaknya aturan Sony ini mudah ditembus, karena sebelumnya juga dilaporkan bahwa ada sindikat penimbun yang bisa mengumpulkan sekitar 3.500 unit PS5.

Jika mereka menjual PS5 itu dengan harga seperti Mark, maka keuntungan yang bisa didapat dari sindikat itu bisa mencapai lebih dari USD 1 juta. Seperti sebelumnya dilaporkan, sebuah sindikat bernama CrepChiefNotify sukses memborong ribuan unit PS5 di Inggris.

"Jumlah total kolektif kami adalah 2.472 konsol PS5 untuk semua anggota kami," kata manajer CrepChiefNotify Tom.

Jumlah tersebut belum termasuk sekitar 1.000 unit yang dipesan saat pre-order PS5 dibuka pada bulan September. Secara total, CrepChiefNotify berhasil mengumpulkan hampir 3.500 konsol untuk dijual kembali dengan harga yang lebih mahal.

Sony tidak menjabarkan berapa jumlah konsol PS5 yang bisa dibeli gamer di Inggris. Tapi jika hanya satu grup calo saja berhasil membeli hampir 3.500 unit, maka dampaknya terhadap stok tentu cukup besar.

Untuk memborong PS5 dalam waktu singkat, CrepChiefNotify menggunakan bot untuk memonitor semua situs peritel saat PS5 mulai dijual. Bot lainnya juga digunakan untuk melewati antrean dan waktu tunggu agar bisa membeli PS5 lebih cepat ketimbang mereka yang membeli secara manual.



Simak Video "Perilisan PS5 di India Terhalang Masalah Merek Dagang"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)