3 Tips Jadi Penggemar Esports yang Anti Toxic

3 Tips Jadi Penggemar Esports yang Anti Toxic

Irna Gayatri - Content Writer RRQ - detikInet
Kamis, 26 Nov 2020 22:10 WIB
Ilustrasi Penggemar Esports
Ilustrasi penggemar esports (Foto: Afif Kusuma via Unsplash/RRQ)
Jakarta -

Sama seperti olahraga lainnya, esports pun mulai memiliki banyak penggemar. Namun, jadi penggemar esports harus punya sikap positif dan anti toxic.

Di Indonesia, misalnya, penggemar esports bisa dilihat dari sekitar 2,8 juta penonton yang menyaksikan Grand Final MPL Indonesia Season 6 secara online di YouTube. Ditambah lagi, mulai tumbuhnya tim-tim besar juga membuat penggemar esports pun akhirnya mulai mengikuti salah satu tim di antaranya. Sayangnya, kalau lihat komentar-komentar di media sosial, masih banyak juga penggemar yang toxic yang sering menghujat tim lain yang mereka tak sukai.

Sebenarnya, pasti ada saja penggemar yang toxic seperti ini. Namun, kalian bisa, loh, tidak menjadi seperti mereka. Bagaimana caranya? Simak tips berikut ini:

1. Tanamkan bahwa semua tim telah memberikan yang terbaik di pertandingan

Pemahaman ini harus selalu kalian tanamkan. Setiap tim yang bertanding, entah kalian mendukung mereka atau tidak, telah memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. Mereka telah bekerja keras dengan latihan 8-12 jam sehari, melatih strategi yang mungkin sudah mereka ulang 100 kali. Ketika mereka kalah, bukan berarti kalian lebih jago. Dalam pertandingan pasti ada yang menang dan kalah, itu hukum alamnya.

Lalu, kalian harus bagaimana? Cukup berikan dukungan kepada tim yang kalah dan sampaikan komentar yang positif untuk mereka. Siapa tahu, mereka nantinya malah akan menjadi juara di pertandingan selanjutnya. Jangan membiasakan diri menghina tim yang kalah, ya.

2. Tim kesayangan kalah, terima dengan sportif

Nah, lain persoalan kalau tim kesayangan kalian yang kalah. Pasti ada perasaan sedih dan kesal karena tidak bisa jadi juara. Namun, menerima kekalahan dengan sportif itu keren, loh. Tim favorit kalian kalah, berarti ada kesempatan bagi mereka untuk belajar dan menjadi lebih kuat lagi di pertandingan selanjutnya. Ketika tim kesayangan kalian kalah, jangan malah menyalahkan tim pemenang curang atau bahkan sampai menjelek-jelekkan pemainnya, ya. Ingat, komentar kalian menunjukkan kualitas kalian. Malu, dong, sama RRQ Kingdom yang selalu mendukung Team RRQ dengan positif.

3. Jangan mudah terpicu komentar negatif

Ilustrasi Penggemar EsportsIlustrasi Penggemar Esports Foto: (Foto: Bruce Mars via Unsplash/RRQ)

Nah, fans esports yang toxic itu memang pasti ada. Mereka biasanya melontarkan komentar-komentar negatif tentang tim yang bukan favorit mereka. Sikap kalian supaya tidak ikutan toxic juga adalah dengan tidak menanggapi komentar negatif mereka dengan amarah. Kalau mau berkomentar, balas dengan komentar yang positif supaya mereka malu. Hal ini seperti yang selalu dilakukan oleh RRQ Kingdom, fan base resmi Team RRQ.

Dengan campaign 'Stop Menghina, Mari Berkarya', para anggota RRQ Kingdom pun selalu menyampaikan komentar positif. Ketika RRQ Hoshi memenangkan MPL ID Season 6, mereka menyampaikan rasa gembira tanpa menghina tim lawan yang kalah, Alter Ego. Bahkan, ketika ada penggemar yang memberikan komentar negatif, pasti ada saja yang menegur dan mengingatkan lagi agar jangan memberikan komentar negatif. Balas saja dengan karya dan prestasi.

*Artikel ini merupakan kerja sama antara detikINET dengan Team RRQ.



Simak Video "Jadi Pasar Game Video, Indonesia Bakal Dorong Industri Game Lokal"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)